Inflasi Tahunan Jatim Desember 2025 sebesar 2,93 persen
- 05 Jan 2026 18:17 WIB
- Surabaya
KBRN, Surabaya: Pada Desember 2025, Provinsi Jawa Timur mencatat inflasi year on year (y-on-y) sekaligus year to date (y-to-d) sebesar 2,93 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 110,25. Kabupaten Sumenep mencatat inflasi tertinggi sebesar 3,75 persen dengan IHK 113,82, sedangkan Kabupaten Gresik mengalami inflasi terendah sebesar 2,44 persen dengan IHK 108,32. Sementara itu, inflasi month to month (m-to-m) Provinsi Jawa Timur pada Desember 2025 mencapai 0,76 persen.
Berdasarkan hasil pemantauan BPS Provinsi Jawa Timur di 11 kabupaten/kota, inflasi y-on-y sekaligus inflasi y-to-d pada Desember 2025 mencapai 2,93 persen. Kenaikan tersebut mendorong Indeks Harga Konsumen (IHK) naik dari 107,11 pada Desember 2024 menjadi 110,25 pada Desember 2025. Sementara itu, secara m-to-m, inflasi tercatat sebesar 0,76 persen.
Kepala BPS Provinsi Jawa Timur Dr. Ir. Zulkipli, M.Si, menyampaikan, Inflasi y-on-y terjadi karena kenaikan harga pada sebagian besar kelompok pengeluaran, yakni kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 4,19 persen; pakaian dan alas kaki 0,63 persen; perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 1,49 persen; perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,30 persen; kesehatan 2,08 persen; transportasi 1,82 persen; rekreasi, olahraga, dan budaya 0,96 persen; pendidikan 1,74 persen; penyediaan makanan dan minuman/restoran 1,18 persen; serta perawatan pribadi dan jasa lainnya 15,26 persen.
Sementara itu, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan justru mengalami penurunan indeks sebesar 0,53 persen.
Sejumlah komoditas memberikan andil dominan terhadap inflasi y-on-y Desember 2025, antara lain emas perhiasan, beras, cabai rawit, daging ayam ras, bahan bakar rumah tangga, angkutan udara, mobil, Sigaret Kretek Mesin (SKM), bawang merah, minyak goreng, cabai merah, santan jadi, telur ayam ras, kelapa, bensin, kopi bubuk, wortel, akademi/perguruan tinggi, kontrak rumah, dan sepeda motor.
"Sebaliknya, beberapa komoditas menahan laju inflasi y-on-y, seperti bawang putih, telepon seluler, pisang, ikan mujair, tomat, udang basah, sabun detergen bubuk, serta laptop/notebook." ujarnya.
Pada sisi m-to-m, inflasi terutama dipicu oleh kenaikan harga cabai rawit, emas perhiasan, daging ayam ras, angkutan udara, bawang merah, telur ayam ras, bensin, semangka, tomat, melon, ikan mujair, dan wortel. Adapun cabai merah dan beras memberikan andil deflasi m-to-m.
Secara kontribusi, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi y-on-y terbesar sebesar 1,15 persen, disusul kelompok transportasi 0,23 persen; perawatan pribadi dan jasa lainnya 1,02 persen; perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 0,17 persen; pendidikan 0,13 persen; penyediaan makanan dan minuman/restoran 0,13 persen; kesehatan 0,07 persen; pakaian dan alas kaki 0,04 persen; serta kelompok lainnya dengan kontribusi lebih kecil.
Sementara itu, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan menyumbang deflasi y-on-y sebesar 0,05 persen.
"Pada Desember 2025, kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi y-on-y sebesar 4,19 persen, seiring kenaikan indeks dari 111,06 menjadi 115,71. Seluruh subkelompok pada kelompok ini mengalami inflasi, dengan inflasi tertinggi pada subkelompok makanan sebesar 4,43 persen dan terendah pada subkelompok minuman tidak beralkohol sebesar 2,56 persen. Subkelompok rokok dan tembakau mencatat inflasi sebesar 3,65 persen." katanya.
Kelompok ini menyumbang inflasi y-on-y sebesar 1,15 persen, dengan komoditas utama penyumbang inflasi antara lain beras (0,21 persen), cabai rawit (0,19 persen), dan daging ayam ras (0,14 persen). Sebaliknya, bawang putih, pisang, ikan mujair, tomat, dan udang basah menahan inflasi kelompok ini.
Sementara itu, secara m-to-m, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menyumbang inflasi sebesar 0,49 persen, terutama dari cabai rawit dan daging ayam ras. Adapun cabai merah dan beras menjadi penyumbang deflasi m-to-m.
Kelompok pakaian dan alas kaki pada Desember 2025 mengalami inflasi y-on-y sebesar 0,63 persen, dengan kenaikan indeks dari 105,23 menjadi 105,89. Seluruh subkelompok mengalami inflasi, dan kelompok ini memberikan andil inflasi y-on-y sebesar 0,04 persen, terutama dari komoditas sepatu wanita.
Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga mencatat inflasi y-on-y sebesar 1,49 persen, dengan andil inflasi sebesar 0,17 persen. Bahan bakar rumah tangga, kontrak rumah, dan sewa rumah menjadi penyumbang utama inflasi kelompok ini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....