Adiwarna "Seraya" 2026 Jadi Ruang Selebrasi Karya Kreatif Anak Muda
- 21 Agt 2026 10:55 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Pameran tugas akhir mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) dan International Program in Digital Media (IPDM) Universitas Kristen (UK) Petra, Adiwarna 2026, kembali hadir di Surabaya. Mengusung tema “SERAYA”, pameran ini menjadi ruang selebrasi sekaligus edukasi kreatif bagi anak muda melalui karya yang memadukan nilai budaya Indonesia dengan pendekatan visual yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Adiwarna 2026 digelar pada 20-22 Agustus 2026 di Basement Alun-Alun Kota Surabaya, mulai pukul 10.00 hingga 21.00 WIB. Dari 183 karya mahasiswa DKV-IPDM UK Petra angkatan 2022, sebanyak 40 karya terkurasi untuk dipamerkan selama tiga hari.
Dosen Pembimbing Adiwarna 2026, Anang Tri Wahyudi, mengatakan karya yang ditampilkan merupakan karya terbaik dari setiap kategori yang ada. “Seluruh karya yang dipamerkan merupakan karya terbaik dari setiap kategori yang ada,” ucap Anang.
Ke-40 karya tersebut terbagi dalam empat kategori, yakni Visual Studies, Brand Communication, Digital Media, dan Graphic Design. Salah satu karya dalam kategori Graphic Design adalah Pan5 karya mahasiswa DKV Christopher Agung yang mengangkat karakter wayang Pandawa dalam bentuk art toys dan blind box.
Karya tugas akhir berjudul “Perancangan Art Toys Bertema Blind Box untuk Mengenalkan Karakter Wayang Pandawa kepada Generasi Alpha” tersebut menghadirkan lima karakter, yakni Puni atau Puntadewa, Bim Bim atau Bimasena, Aru atau Arjuna, Kuku atau Nakula, dan Dede atau Sadewa. Christopher mengatakan, karya tersebut dirancang untuk mengenalkan kembali nilai dan moral budaya Indonesia kepada generasi muda di tengah perkembangan internet dan globalisasi.
“Pan5 hadir untuk mengingatkan dan mengajarkan moral baik dalam budaya Indonesia. Salah satunya melalui karakter-karakter di wayang Pandawa yang kini mulai dilupakan, khususnya oleh Gen Alpha,” ujar Christopher.
Selain mengangkat budaya, Adiwarna 2026 juga menghadirkan karya yang merespons isu sosial. Salah satunya karya Shannon Faustine Wijaya berjudul “Perancangan Media Edukatif untuk Membantu Mengelola Duka Kehilangan Orang Tersayang secara Sehat bagi Remaja Indonesia” yang dikemas dalam buku berjudul *The Dear Friend in Me*.
Buku tersebut dirancang sebagai media edukatif yang membantu remaja mengenali, menerima, dan mengelola duka kehilangan orang tersayang. Shannon menggabungkan pendekatan bibliotherapy melalui narasi personal dan guided journaling agar buku tersebut dapat menjadi pendamping bagi remaja dalam memahami proses berduka.
“Buku ini berangkat dari fenomena banyaknya remaja yang kehilangan orang tersayang, namun tumbuh tanpa memahami cara memproses duka tersebut,” ucap Shannon. Ia berharap karyanya dapat membantu remaja memahami, mengekspresikan, dan mengatur emosi secara lebih sehat.
Ketua Panitia Adiwarna 2026, Gloria Tantadiputra, mengatakan tema SERAYA merepresentasikan perjalanan bersama para mahasiswa selama menjalani proses perkuliahan dan menghasilkan karya tugas akhir. “Kami berharap Adiwarna bisa menjadi tempat untuk saling merayakan dan mengapresiasi setiap karya kreatif yang dilahirkan oleh anak muda bangsa,” ujarnya.
Selain pameran, Adiwarna 2026 juga menghadirkan talkshow dan workshop yang ditujukan bagi mahasiswa serta siswa SMA untuk memperluas wawasan di bidang kreatif. Masyarakat juga dapat mengakses lebih dari 160 karya secara daring melalui situs adiwarna.petra.ac.id.
Melalui Adiwarna 2026, DKV dan IPDM UK Petra menunjukkan komitmennya untuk mendorong generasi muda terus berkarya dan memberikan kontribusi bagi perkembangan industri kreatif. Perpaduan tradisi, isu sosial, dan media modern yang dihadirkan dalam pameran ini menjadi gambaran bahwa gagasan anak muda dapat menjadi bagian dari arah perkembangan dunia kreatif Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....