Disbudporapar Surabaya Dukung Ekosistem Karya Seniman Pelukis
- 12 Agt 2026 13:55 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Dinas Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya bersama komunitas Kolaborasi Seni Rupa Surabaya (Koseruya) menggelar Pameran Seni Rupa bertajuk “Spirit Juang Dalam Warna” sebagai wujud para seniman untuk memperkuat ekosistem seni dan kebudayaan Surabaya.
Acara digelar Galeri Surabaya Urban Creative Hub – THR Jl. Kusuma Bangsa No. 114, Surabaya Selasa, 11 Agustus 2026 sampai dengan Senin, 31 Agustus 2026 mulai pukul 12.00 sampai 20.00 WIB. Pameran ini menghadirkan karya dari 60 pelukis Surabaya dan kota-kota sekitarnya, dengan beragam gaya, karakter, serta pendekatan visual.
Kepala Disbudporapar Surabaya Herry Purwadi, S.Sn mengatakan penyelenggaraan pameran ini merupakan bagian dari upaya Pemkot Surabaya untuk menghidupkan kembali geliat kreatif di kawasan THR, yang memiliki nilai historis dan menjadi salah satu ruang ikonik dalam perjalanan Kota Surabaya.

“Acara ini adalah awal, karena Surabaya Expo Center ini akan menjadi hubnya juga selain kuliner, ada seni dan budaya, kemudian ada elektronik, ada olahraga semuanya. Dan pada hari ini kami mengawali untuk kegiatan pameran, kolaborasi pameran seni rupa kota Surabaya,” ungkap Herry saat diwawancara RRI usai sambutan.
Ia menambahkan kegiatan tersebut juga sebagai salah satu langkah awal yang di lakukan Pemkot bersama komunitas dan masyarakat untuk mempromosikan THR yang kedepannya akan diproyeksikan menjadi salah satu destinasi wisata unggulan.
“Pemerintah Kota Surabaya hadir untuk memberikan warna baru karena kedepannya Insya Allah akan di launching oleh Cak Eri Cahyadi sebagai tempat destinasi yang baru di kota Surabaya. Karena tempat ini memang seharusnya menjadi tempat hiburan rakyat,” ujarnya.
Sementara salah satu Seniman Pelukis Asal Surabaya, Bambang Sugiarto mengapresiasi langkah Pemkot Surabaya untuk mewadahi para pelaku seniman khususnya pelukis dan berharap acara tersebut dapat berkembang lebih besar kedepannya.

“Langkah ini tentu kami apresiasi sebagai seniman asli Surabaya, artinya ekosistem bagi kami para seniman tidak pasif. Terlebih harapan yang terus kami suarakan ke pemerintah agar skalanya bisa di perluas dan di perbesar lagi, agar seni di Surabaya ini bisa tetap hidup dan pelaku keseniannya juga sejahtera,” ucapnya.
Selain itu, pada acara tersebut juga membawa semangat kemerdekaan mengingat bulan Agustus menjadi tanda jika perjuangan tidak berhenti pada sejarah, tetapi senantiasa hadir dalam kehidupan dan dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk ekspresi, termasuk seni rupa, yang bisa memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....