Tren Fashion Lawas Kembali Populer, Dosen Ubaya Ungkap Siklusnya
- 05 Sep 2026 12:22 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Sejumlah tren fashion lawas kembali populer dalam beberapa waktu terakhir. Motif polkadot, gaya Y2K, sepatu balet, atasan renda klasik, rok balon, hingga pakaian berlapis kembali diminati masyarakat.
Ketua Program Desain Fashion dan Produk Lifestyle FIK Universitas Surabaya (Ubaya), Hany Mustikasari, M.Ds., menjelaskan fenomena tersebut melalui teori siklus fashion. Menurutnya, setiap tren memiliki fase mulai dari kemunculan, popularitas, penurunan, hingga akhirnya dilupakan.
“Di dalam dunia fashion, kami mengenal teori siklus fashion yang menjelaskan bagaimana setiap tren memiliki fase tersendiri. Tahapannya dimulai dari kemunculan, dikenalkan kepada masyarakat, populer di puncak, mulai surut, hingga tren tersebut dilupakan oleh masyarakat,” ujar Hany, Sabtu, 5 September 2026.
Dalam siklus normal, tren fashion biasanya kembali populer dalam rentang 15 hingga 30 tahun. Namun, tidak semua tren akan mengulang siklus dan kembali menjadi populer di tengah masyarakat.
“Kembalinya sebuah tren biasanya dipicu oleh rasa rindu atau nostalgia dari orang-orang yang sempat merasakan titik populernya sebuah tren fashion tertentu di masa lalu. Di waktu yang bersamaan, generasi yang lebih muda memiliki rasa penasaran karena tidak sempat mengalami tren tersebut,” ucapnya.
Menurut Hany, kembalinya tren lama juga dapat menjadi peluang untuk mendorong nilai keberlanjutan dalam industri fashion. Salah satunya melalui praktik refashioned, yakni memodifikasi produk lama agar kembali sesuai dengan kebutuhan dan selera masyarakat saat ini.
“Terdapat istilah yang disebut refashioned yang terjadi ketika sebuah produk fashion dimodifikasi sedemikian rupa agar dapat diterima oleh masyarakat. Dengan demikian, kita dapat memperpanjang masa pakainya sekaligus mengurangi limbah fashion,” katanya.
Hany menyebut terdapat sejumlah penyesuaian agar tren lawas dapat diterima kembali di masa kini. Penyesuaian tersebut meliputi estetika, model, warna, bahan, teknologi produksi, hingga kemudahan penggunaan dan perawatan.
“Berbagai ilmu dan kemampuan tersebut dihadirkan oleh Program Desain Fashion dan Produk Lifestyle Ubaya bagi para mahasiswa. Tidak hanya terampil dalam mendesain, lulusan kami juga harus memiliki seperangkat keahlian lainnya sekaligus kepedulian yang tinggi terhadap keberlanjutan dunia melalui karya fashion,” ucap Hany.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....