Industri Kreatif dan UMKM Penopang Utama Perekonomian Jatim
- 14 Apr 2025 19:26 WIB
- Surabaya
KBRN, Surabaya: Industri kreatif dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus menunjukkan peran vital dalam mendongkrak perekonomian Jawa Timur.
Mengaminkan pernyataan tersebut, Burhanudin Ketua Dewan Pimpinan Wilayah DPW Himpunan Pengusaha Santri Indonesia HIPSI Jawa Timur. mengaku di tengah tantangan ekonomi global, kedua sektor ini terbukti tangguh dan menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi daerah seperti halnya di Jawa Timur.
Menurutnya, pasca Pandemi Covid-19 hingga kini saat krisis global, sektor industri kreatif dan UMKM menjadi yang paling tetap bertahan dan menunjukkan eksistensinya mendorong pertumbuhan ekonomi dalam negeri dalam hal ini juga di propinsi Jawa Timur.
"Bisa kita lihat ya ada begitu banyak anak muda yang menumbuhkan sektor industri kreatif dan menjadi pelaku usaha," ucapnya saat menjadi narasumber dialog interaktif Pro1 RRI Surabaya Senin (14/4/2025).
Berdasarkan data dari Dinas Koperasi dan UKM Jawa Timur disebutkan lebih dari 9,7 juta pelaku UMKM tersebar di seluruh wilayah provinsi.
Kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Timur mencapai lebih dari 57 persen pada tahun 2024, sebuah pencapaian yang memperlihatkan betapa besar pengaruh sektor ini dalam struktur ekonomi daerah.
Apalagi saat ini kata Burhanudin, pesantren juga turut berkontribusi untuk mendukung pertumbuhan UMKM dan industri kreatif melalui karya para santri bahkan telah menjadi motor penggerak ekonomi lokal, mampu menciptakan lapangan kerja, serta mendorong inovasi di berbagai sektor.
Namun tentu perkembangan ini bukan tanpa hambatan dan kendala seperti permodalan, pelatihan dan pendampingan harus lebih diperhatikan oleh pemerintah agar UMKM di Indonesia bisa naik kelas.
"Kita bisa lihat sektor industri kreatif dan UMKM mampu menjadi motor penggerak ekonomi Jatim bahkan bisa menciptakan lapangan pekerjaan" ujarnya.
Apalagi lewat OPOP one pesantren one product ada peluang yang lebih besar untuk oara santri melebarkan usahanya tapi tentu masih ada hambatan seperti persoalan permodalan bahkan minimnya pelatihan dan pendampingan masih menjadi kendala.
"Oleh karenanya pemerintah perlu membuat stimulus agar UMKM kita bisa naik kelar," katanya.
Ia berharap, Dengan fondasi yang kuat serta dukungan berkelanjutan, industri kreatif dan UMKM diprediksi akan tetap menjadi penopang utama perekonomian Jawa Timur dalam beberapa tahun ke depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....