Jeda Community, Ruang bagi Perempuan untuk Berhenti Sejenak dan Kembali Menguat
- 07 Okt 2026 04:50 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya — Menjalani berbagai peran dalam kehidupan sering kali membuat perempuan lupa memberikan ruang bagi dirinya sendiri. Sebagai anak, istri, ibu, maupun bagian dari masyarakat, perempuan dituntut untuk terus hadir dan menjalankan tanggung jawabnya. Di tengah rutinitas tersebut, kelelahan, kejenuhan, hingga burnout dapat muncul tanpa disadari.
Dalam program Ngobrol Santai Bersama Komunitas (Ngobras), Selasa, 6 Oktober 2026, Anggota Jeda Community, Mustika mengatakan perempuan sering kali terlalu sibuk menjalankan berbagai peran hingga lupa memberikan perhatian kepada dirinya sendiri.
“Perempuan itu punya banyak peran. Bisa sebagai anak, istri, ibu, sekaligus punya peran di masyarakat. Kadang karena terlalu sibuk memenuhi kebutuhan orang lain, kita lupa bahwa diri kita sendiri juga membutuhkan waktu untuk berhenti dan beristirahat. Dari situlah kami melihat pentingnya sebuah jeda,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Anggota Jeda Community, Vanda mengatakan Jeda Community hadir sebagai ruang bagi perempuan untuk mengambil waktu sejenak dari berbagai tuntutan kehidupan. Komunitas ini berfokus pada kegiatan sosial dan pemberdayaan perempuan melalui berbagai aktivitas, seperti webinar, parenting, bakti sosial, hingga kegiatan yang membekali perempuan agar mampu bertahan dan mandiri dalam menghadapi berbagai situasi kehidupan.
“Jeda bukan berarti kita berhenti menjalankan tanggung jawab. Jeda adalah kesempatan untuk mengambil napas, mengisi energi, kemudian kembali lagi dengan kondisi yang lebih baik,” jelasnya.
Sementara itu, anggota Jeda Community, Wilda menilai pemberdayaan menjadi salah satu aspek penting dalam membangun kemampuan dan ketahanan perempuan. Menurutnya, perempuan perlu memiliki bekal agar mampu menghadapi berbagai kondisi kehidupan.
“Perempuan perlu memiliki bekal. Nah, di Jeda Community ini, perempuan dibekali bukan hanya supaya bisa menjalankan perannya sehari-hari, tetapi juga supaya punya kemampuan untuk menghadapi situasi ketika hidup tidak berjalan sesuai dengan yang kita harapkan. Harapannya, perempuan bisa lebih mandiri dan mampu survive,” jelasnya.
Selain itu, Wilda juga mengatakan perempuan membutuhkan lingkungan yang dapat memberikan dukungan sekaligus kesempatan untuk terus belajar dan berkembang. Sehingga keberadaan Jeda Community diharapkan dapat menjadi ruang yang membuat perempuan tidak merasa bersalah ketika membutuhkan waktu untuk dirinya sendiri.
“Sebagai perempuan, saya ingin memiliki ruang untuk belajar, berbagi pengalaman, dan saling menguatkan. Karena setiap perempuan punya cerita dan tantangan masing-masing. Ketika mereka bertemu dan saling berbagi, ternyata banyak yang memiliki pengalaman yang sama,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan oleh Anggota Jeda Community, Ninik. Sebagai senior, ia menjelaskan bahwa Jeda Community tidak hanya mengembangkan berbagai kegiatan yang berorientasi pada pengembangan diri saja, tetapi juga kepedulian terhadap sesama. Webinar, kegiatan parenting, hingga bakti sosial menjadi bagian dari aktivitas komunitas.
"Di Jeda Community ini, pemberdayaan tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Pengetahuan, keterampilan, keberanian mengambil keputusan, hingga kemampuan membangun relasi dapat menjadi modal penting bagi perempuan. Karena perempuan tidak harus selalu terlihat kuat dalam menjalankan seluruh perannya. Sehingga penting memahami bahwa kelelahan merupakan sesuatu yang wajar," jelasnya.
Ia juga mengatakan bahwa kadang sebagai perempuan, sering kali merasa harus selalu kuat karena banyak yang membutuhkan. Padahal perempuan juga manusia. Ada waktunya lelah, bosan, bahkan merasa tidak punya energi. Tidak apa-apa mengambil jeda. Yang penting setelah itu kita bisa kembali dengan lebih baik,” kata Bu Ninik.
Menurutnya, kesempatan untuk beristirahat secara mental maupun emosional dapat membantu perempuan menjaga hubungan dengan keluarga dan lingkungan sekitarnya.
Sementara itu, pandangan serupa disampaikan Anggota Jeda Community, Yuni. Ia menilai, kebersamaan menjadi salah satu kekuatan yang ditawarkan Jeda Community. Perempuan tidak hanya mendapatkan ruang untuk beraktivitas, tetapi juga tempat untuk merasa didengar dan diterima.
"Yang paling penting adalah perempuan tahu bahwa mereka tidak sendirian. Ketika kita berkumpul, berbagi cerita, dan saling mendukung, ada energi positif yang muncul. Kadang yang kita butuhkan bukan solusi yang rumit, tetapi seseorang yang mau mendengarkan," ujarnya.
Kehadiran Jeda Community tidak sekadar menjadi wadah berkegiatan. Komunitas ini berupaya menjadi ruang pertemuan bagi perempuan untuk belajar, berbagi pengalaman, melakukan kegiatan sosial, sekaligus menemukan kembali semangat untuk melanjutkan perjalanan hidup.
Di tengah rutinitas sebagai anak, istri, ibu, maupun figur di masyarakat, perempuan tetap membutuhkan ruang untuk dirinya sendiri. Jeda Community ingin mengingatkan bahwa memberikan waktu bagi diri sendiri bukanlah bentuk egoisme, melainkan bagian dari upaya menjaga keberlangsungan peran yang dijalani. Sebab, perempuan yang mampu merawat dirinya memiliki kesempatan lebih besar untuk kembali hadir secara utuh bagi keluarga dan masyarakat. Karena jeda bukan akhir dari perjalanan, melainkan ruang untuk mempersiapkan langkah berikutnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....