Anak Slow Learner Perlu Dukungan dan Pendampingan yang Tepat
- 05 Sep 2026 12:14 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Perhatian terhadap anak dengan kebutuhan belajar khusus, termasuk slow learner, harus benar-benar dioptimalkan. Mulai dari perhatian dari keluarga, sekolah, dan masyarakat. Pemahaman yang tepat dinilai penting agar anak dapat berkembang sesuai dengan kemampuan dan potensinya.
Dalam dialog Surabaya Siang Ini Dialog: Ruang Disabilitas, Sabtu, 5 September 2026, Bunda Sanipa, orang tua dari Aldi Amirul Rachmat, penyandang disabilitas slow learner mengatakan peran orang tua dan guru menjadi penting dalam memberikan pendampingan. Karena anak perlu mendapatkan kesempatan untuk belajar sesuai dengan kemampuan dan kecepatannya, sekaligus memperoleh dukungan untuk membangun kepercayaan diri.
“Anak dengan slow learner bukan berarti tidak mampu. Mereka hanya membutuhkan waktu yang lebih panjang, metode pembelajaran yang sesuai, serta dukungan dari orang tua dan lingkungan. Yang paling penting adalah jangan memberikan stigma kepada anak, tetapi terus mendampingi dan menggali potensi yang mereka miliki,” ujarnya.
Slow learner merupakan kondisi ketika seorang anak membutuhkan waktu dan pendampingan lebih dalam memahami atau menguasai materi pembelajaran dibandingkan teman seusianya. Kondisi tersebut tidak berarti anak tidak memiliki kemampuan. Namun dengan pendekatan pembelajaran yang sesuai, dukungan keluarga, serta lingkungan yang inklusif, anak tetap dapat mengembangkan potensi yang dimilikinya.
“Orang tua harus lebih sabar dalam mendampingi anak. Jangan membandingkan kemampuan anak dengan anak lainnya, karena setiap anak memiliki proses dan perkembangan yang berbeda,” ujarnya.
Bunda Sanipa juga menekankan pentingnya kerja sama antara keluarga dan sekolah. Menurutnya, guru dan orang tua perlu saling berkomunikasi untuk mengetahui kebutuhan serta perkembangan anak, sehingga pola pendampingan yang diberikan dapat berjalan secara berkesinambungan.
“Kita harus memberikan ruang kepada anak untuk berkembang sesuai dengan kemampuan dan kecepatannya. Jangan hanya berfokus pada kekurangan, tetapi mari kita melihat kelebihan dan potensi yang dimiliki. Dengan dukungan yang tepat, saya percaya anak-anak slow learner juga dapat tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, percaya diri, dan memiliki masa depan yang baik,” katanya.
Selain lingkungan keluarga dan sekolah, masyarakat juga memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang ramah terhadap penyandang disabilitas. Pemahaman dan penerimaan masyarakat dapat membantu mengurangi stigma serta memberikan ruang yang lebih luas bagi anak untuk berinteraksi dan berkembang.
Dengan pemahaman dan pendekatan yang tepat tentang slow leaner, maka orang tua dan lingkungan sekolah bisa meningkatkan pemahaman masyarakat bahwa setiap anak memiliki kebutuhan, kemampuan, dan potensi yang berbeda.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....