AC ternyata Bukan Awalnya untuk Manusia

  • 05 Okt 2026 22:01 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Air conditioner atau AC kini identik dengan kebutuhan untuk membuat ruangan lebih sejuk dan nyaman saat cuaca panas. Namun, teknologi AC modern ternyata pada awalnya dikembangkan bukan untuk mendinginkan manusia, melainkan untuk mengatasi persoalan kelembapan dalam proses produksi percetakan.

Perkembangan penting tersebut terjadi pada 1902 ketika insinyur Amerika Serikat, Willis Haviland Carrier, mendapat tugas mengatasi masalah kelembapan di Sackett-Wilhelms Lithographing and Publishing Company di Brooklyn, New York. Kelembapan yang berubah-ubah membuat kertas mengalami perubahan ukuran dan mengganggu konsistensi hasil cetakan.

Dilansir dari laman resmi U.S. Department of Energy (DOE), Carrier kemudian melakukan serangkaian percobaan dan merancang sistem yang mampu mengendalikan kelembapan menggunakan kumparan pendingin. Sistem tersebut dapat menurunkan kelembapan udara melalui proses pendinginan.

“Carrier merancang sebuah sistem yang mengendalikan kelembapan menggunakan kumparan pendingin,” demikian ditulis U.S. Department of Energy dalam artikel mengenai sejarah perkembangan AC.

Perkembangan tersebut kemudian menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah pengondisian udara modern. American Society of Heating, Refrigerating and Air-Conditioning Engineers (ASHRAE) mencatat, pada 1902 Carrier merancang sistem pengondisian udara untuk mengendalikan kelembapan secara presisi di sebuah pabrik percetakan di Brooklyn, New York.

“Pada 1902, sistem pengondisian udara untuk pengendalian kelembapan secara presisi dirancang oleh Willis Carrier untuk sebuah pabrik percetakan di Brooklyn, New York,” demikian catatan ASHRAE dalam kronologi sejarah pendinginan dan pengondisian udara. Kutipan tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.

Carrier kemudian mematenkan teknologi tersebut. ASHRAE mencatat, pada 1906 Carrier memperoleh paten untuk “Apparatus for Treating Air”. Pada tahun yang sama, istilah “air conditioning” juga mulai digunakan oleh Stuart Cramer.

Seiring perkembangan teknologi, fungsi pengondisian udara mulai bergeser dari kebutuhan industri menuju kenyamanan manusia. Salah satu tonggaknya terjadi pada 1904 ketika sistem pendinginan mekanis digunakan untuk mendinginkan Missouri State Building dalam St. Louis World's Fair.

Menurut DOE, sistem tersebut mengalirkan sekitar 35 ribu kaki kubik udara per menit untuk mendinginkan auditorium berkapasitas seribu orang, rotunda, dan ruangan lain di gedung tersebut. Peristiwa itu disebut menjadi kesempatan pertama masyarakat Amerika mengenal konsep pendinginan untuk kenyamanan.

“Peristiwa tersebut menandai pertama kalinya masyarakat Amerika diperkenalkan pada konsep pendinginan untuk kenyamanan,” demikian ditulis U.S. Department of Energy. Kutipan tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.

Penggunaan AC untuk ruang publik kemudian berkembang, terutama pada gedung pertunjukan. Pada 1922, Carrier Engineering Corporation memasang sistem pendingin yang dirancang lebih baik di Metropolitan Theater, Los Angeles. Sistem tersebut mengalirkan udara dingin melalui ventilasi yang lebih tinggi sehingga pengendalian kelembapan dan kenyamanan di dalam gedung menjadi lebih baik.

Pada tahun yang sama, Carrier juga memperkenalkan sistem yang menggunakan centrifugal chiller di Rivoli Theater, New York. Menurut DOE, teknologi tersebut memiliki lebih sedikit bagian bergerak dan tahapan kompresor dibandingkan sistem sebelumnya, sehingga meningkatkan keandalan sekaligus menurunkan biaya AC berukuran besar.

“Terobosan tersebut meningkatkan keandalan dan menurunkan biaya pendingin udara berskala besar, sehingga penggunaannya semakin meluas,” demikian ditulis U.S. Department of Energy. Kutipan tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.

Meski nama Willis Carrier sangat lekat dengan sejarah AC modern, perkembangan teknologi pendinginan sebenarnya berlangsung melalui kontribusi sejumlah penemu. DOE mencatat, jauh sebelum Carrier, John Gorrie pada abad ke-19 telah mengembangkan mesin pembuat es dengan kompresor sebagai bagian dari upaya menciptakan pendinginan buatan. ASHRAE juga mencatat sejumlah sistem pendinginan dan pengondisian udara telah digunakan sebelum 1902.

Karena itu, Carrier lebih tepat disebut sebagai salah satu tokoh penting dalam lahirnya sistem AC modern. Teknologi yang awalnya digunakan untuk menjaga kestabilan kelembapan dalam proses percetakan tersebut kemudian berkembang menjadi teknologi yang digunakan luas untuk mengatur suhu, kelembapan, dan kenyamanan di dalam berbagai bangunan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....