BMKG: Cuaca Jawa Timur 13 September Cerah, BMKG Ingatkan Potensi Angin Kencang
- 13 Sep 2026 07:24 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda memprakirakan sebagian besar wilayah Jawa Timur pada Minggu, 13 September 2026, akan didominasi cuaca cerah. Meski demikian, masyarakat diminta tetap mewaspadai potensi kabut atau asap serta peningkatan kecepatan angin, terutama pada siang hingga sore hari.
Berdasarkan prakiraan BMKG Juanda yang diterima rri.co.id, kondisi cuaca pada pagi hari diprakirakan cerah dengan peluang terjadi kabut/asap. Memasuki siang hingga sore, cuaca diprakirakan tetap cerah, dengan peluang terjadi udara kabur.
Sedangkan pada malam hari, cuaca kembali diprakirakan cerah dengan peluang kabut/asap. Sementara pada dini hari, kondisi diprakirakan cerah berawan, juga dengan peluang terjadinya kabut/asap.
Suhu udara di wilayah Jawa Timur diprakirakan berada pada kisaran 8 sampai 37 derajat Celsius, dengan kelembapan udara 19 sampai 100 persen. Angin diprakirakan bertiup dari arah Timur Laut dengan kecepatan 5 sampai 47 kilometer per jam.
Selain kondisi cuaca harian tersebut, BMKG Juanda mengeluarkan kewaspadaan terhadap potensi peningkatan kecepatan angin di sejumlah wilayah Jawa Timur pada periode 13–14 September 2026. BMKG mencatat, kecepatan angin maksimum terpantau mencapai 48 km/jam, meningkat dibandingkan hari sebelumnya, dengan rata-rata kecepatan angin secara umum berada di kisaran 10–20 km/jam.
Wilayah yang berpotensi mengalami peningkatan kecepatan angin antara lain Banyuwangi, Kota Batu, Bondowoso, Jember, Kediri, Magetan, Pasuruan, Mojokerto, Blitar, Bojonegoro, Jombang, Malang, Lumajang, Nganjuk, Ngawi, Ponorogo, Probolinggo, Sampang, Situbondo, Tuban, Tulungagung, Lamongan, Madiun, Sidoarjo, Bangkalan, Gresik, Surabaya, Pamekasan, Sumenep, Trenggalek, Pacitan, serta sejumlah wilayah lainnya.
BMKG Juanda menjelaskan, peningkatan kecepatan angin tersebut berkaitan dengan besarnya perbedaan tekanan udara antara wilayah Timur Australia dan wilayah dekat ekuator. Kondisi itu mendorong penguatan aliran angin timuran dari Australia menuju Pulau Jawa, khususnya Jawa Timur. Fenomena tersebut diprakirakan masih dapat bertahan selama 2–3 hari.
Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat angin bertiup kencang. BMKG meminta warga menghindari berlindung atau memarkir kendaraan di bawah pohon rindang, baliho, maupun bangunan yang rapuh.
Pengendara sepeda motor juga diminta berhati-hati, terutama ketika melintas di jembatan terbuka. Pengguna jalan di kawasan seperti Jembatan Suramadu perlu mengantisipasi dorongan angin dari samping yang dapat mengganggu kestabilan kendaraan.
Selain itu, BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk menghindari aktivitas pembakaran sampah atau material lainnya karena angin kencang dapat membuat api cepat menyebar dan sulit dikendalikan. Nelayan serta pengguna perahu kecil juga diminta mewaspadai potensi gelombang tinggi yang dapat dipicu oleh kondisi angin kencang.
Kondisi cuaca cerah tersebut sejalan dengan analisis BMKG yang menunjukkan nilai OLR cenderung netral hingga positif serta tidak terdapat gangguan gelombang atmosfer yang melintasi Jawa Timur. Kondisi ini mengindikasikan minimnya tutupan awan. Analisis udara atas pada 12 September 2026 pukul 07.00 WIB juga menunjukkan atmosfer Jawa Timur dalam kondisi stabil dan tidak terdapat konvektivitas.
BMKG Juanda menyebut sebagian besar wilayah Jawa Timur masih berada pada puncak musim kemarau, yang secara umum diprakirakan berlangsung pada Juli hingga September 2026. Masyarakat dapat memantau perkembangan cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG Juanda, termasuk informasi radar cuaca serta peringatan dini tiga harian.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....