Buah Kenitu, Si Manis & Unik
- 12 Agt 2026 13:57 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Kenitu merupakan salah satu buah tropis yang cukup dikenal di sejumlah daerah di Jawa Timur. Buah ini memiliki nama ilmiah Chrysophyllum cainito dan termasuk dalam keluarga Sapotaceae, satu keluarga dengan buah sawo. Di beberapa daerah, kenitu juga dikenal dengan nama sawo duren, sawo ijo, sawo apel, manecu, atau genitu.
Mengutip dari laman UPT Perbenihan Tanaman Hutan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur (UPT PTH), Kenitu atau Sawo duren berasal dari dataran rendah Amerika Tengah dan Hindia Barat (Karibia), kemudian menyebar ke berbagai wilayah tropis, termasuk Indonesia. Saat ini kenitu telah dibudidayakan dan tumbuh di sejumlah daerah tropis.
Tanaman ini tumbuh di dataran rendah, jenis ini banyak dibudidayakan di daerah yang beriklim basah sampai kering pada ketinggian sampai 1200 m dpl, dengan curah hujan 2.000-3.000 mm/tahun dan suhu antara 22-32 C. Sawo duren tumbuh optimal di daerah pesisir (pantai) sampai ketinggian 400 meter dpl.
Di Indonesia, kenitu dapat ditemukan di beberapa wilayah Jawa Timur seperti Lumajang, Jember, Bondowoso, dan sekitarnya. Menurut Pemerintah Kabupaten Lumajang masyarakat Jawa Timur mengenal buah ini dengan nama kenitu atau manecu.
Buah kenitu umumnya berbentuk bulat dengan kulit yang licin. Warna kulitnya dapat berupa hijau hingga ungu, tergantung varietas dan tingkat kematangannya. Daging buahnya berwarna putih, lembut, dan memiliki rasa manis.
Salah satu keunikan kenitu terlihat ketika buah dibelah. Bagian dalam buah memperlihatkan pola menyerupai bintang, sehingga dalam bahasa Inggris buah ini dikenal sebagai star apple. Pola tersebut terbentuk dari susunan biji dan bagian daging buahnya.
Pohon kenitu sendiri dapat tumbuh cukup besar dan memiliki tajuk yang rindang. Daunnya berwarna hijau pada bagian atas, sedangkan bagian bawahnya cenderung memiliki warna kecokelatan atau keemasan. Tanaman ini dapat tumbuh dengan baik di wilayah beriklim tropis.
Kenitu yang matang dapat dikonsumsi secara langsung. Daging buahnya memiliki tekstur lembut dan rasa manis. Karena teksturnya yang lunak, buah ini biasanya dinikmati dengan cara membelah kulitnya kemudian mengambil daging buah menggunakan sendok.
Selain dimakan segar, kenitu juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan berbagai olahan produk makanan dan minuman. Menurut Pemerintah Kabupaten Lumajang, buah manecu dapat digunakan sebagai bahan baku es krim dan serbat. Hal tersebut menunjukkan bahwa kenitu memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk olahan bernilai ekonomi.
Kenitu tidak hanya menarik karena rasa dan bentuknya, tetapi juga memiliki kandungan senyawa bioaktif yang menjadi perhatian dalam penelitian. Sebuah kajian ilmiah mengenai Chrysophyllum cainito melaporkan bahwa tanaman ini memiliki aktivitas antioksidan dan berbagai potensi biologis yang masih terus diteliti. Penelitian tersebut juga membahas potensi ekstrak dari buah, daun, kulit batang, dan bagian tanaman lainnya.
Mengutip dari laman Pemerintah Kabupaten Lumajang, lumajangkab.go.id, Buah musiman ini ternyata memiliki banyak sekali kandungan nutrisi yang baik untuk kesehatan diantaranya rendah kalori dari 236 gram kenitu segar mengandung 67 kalori,mengandung serat, vitamin C dan vitamin A, mineral, kalsium. Buah ini juga mengandung 5 persen vitamin C dan vitamin A yang dibutuhkan oleh tubuh. Selain itu, satu buah kenitu menyajikan 2 persen dari besi, mineral penting untuk oksigenasi tubuh, yang dibutuhkan setiap hari.
| Baca juga: Jeruk Shatang Madu, Si Manis Kaya Nutrisi |
Meski demikian, hasil penelitian mengenai aktivitas biologis atau ekstrak kenitu tidak berarti buah ini dapat dianggap sebagai obat untuk penyakit tertentu. Penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan manfaatnya pada manusia.
Dari sisi pangan, kenitu tetap menarik sebagai buah konsumsi karena dapat menjadi bagian dari pola makan yang beragam. Pemerintah Kabupaten Lumajang juga pernah memperkenalkan manecu sebagai buah yang memiliki kandungan nutrisi dan rendah kalori.
Keberadaan kenitu di Jawa Timur memiliki potensi untuk dikembangkan lebih jauh. Selama ini, kenitu masih kalah populer dibandingkan buah-buahan lainnya seperti mangga, jeruk, atau sawo. Padahal, kenitu memiliki keunikan tersendiri, mulai dari rasa manis, tekstur lembut, hingga pola seperti bintang ketika buah dibelah.
Pengembangan kenitu dapat dilakukan melalui berbagai cara, misalnya dengan memperkenalkannya sebagai buah khas daerah, mengembangkan berbagai produk olahan seperti es krim dan minuman, serta meningkatkan pemasaran melalui kemasan dan promosi yang menarik.
Dengan pengembangan yang tepat, kenitu tidak hanya menjadi buah musiman yang dikonsumsi secara langsung, tetapi juga dapat menjadi salah satu produk pangan lokal yang memiliki nilai ekonomi dan identitas daerah.
Keunikan bentuk, cita rasa, serta potensi pengolahannya membuat kenitu layak untuk terus diperkenalkan kepada masyarakat. Pelestarian dan pengembangan buah kenitu juga dapat menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan kekayaan buah tropis yang belum banyak dikenal secara luas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....