Antusiasme Nasional, 2.069 Generasi Muda Daftar E2R Summer Academy 2026

  • 29 Jul 2026 12:10 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Antusiasme generasi muda Indonesia terhadap isu energi dan keberlanjutan tercermin dari membludaknya pendaftar program Energy to Resilience (E2R) Summer Academy 2026. Program yang diinisiasi oleh PPI Dunia bersama sejumlah lembaga strategis ini berhasil menjaring 2.069 pendaftar dari 33 provinsi di Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua, dalam waktu pendaftaran yang relatif singkat.

Capaian tersebut menunjukkan tingginya minat anak muda terhadap pendidikan energi yang inklusif dan merata. Dari total pendaftar, sebanyak 964 peserta atau 46,6 persen berasal dari luar Pulau Jawa, sementara sisanya berasal dari Pulau Jawa. Provinsi dengan jumlah pendaftar tinggi antara lain Sumatera Utara, Riau, Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, dan Maluku.

Program E2R berangkat dari hasil Strategic Energy Forum PPI Dunia yang digelar pada 4 Juli 2026. Forum tersebut menghadirkan sejumlah tokoh energi nasional dan internasional, yakni Dr. Ir. Satya Widya Yudha, M.Sc., Ph.D., Anggota Dewan Energi Nasional, Laode Sulaiman, S.T., M.T., dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI yang diwakili Hendra, Dr. Ali Sundja, S.T., M.T., dari Pertamina, serta Dr. Ir. Ardian Nengkoda, M.Eng., Petroleum Engineering Consultant Saudi Aramco.

Dalam forum tersebut, para narasumber mendiskusikan posisi Indonesia di tengah dinamika krisis energi global dan pentingnya menyiapkan generasi muda yang memahami transisi energi, teknologi, serta ketahanan energi nasional.

Wakil Direktur I DITLITKA PPI Dunia, Dandi Alvayed, MSc, kepada rri.co.id, Rabu, 29 Juli 2026 mengatakan bahwa tingginya jumlah pendaftar membuktikan kebutuhan besar akan akses pendidikan energi yang lebih merata.

“Partisipasi dari 33 provinsi menunjukkan bahwa generasi muda Indonesia sangat antusias mempelajari isu energi dan keberlanjutan. E2R hadir untuk membuka akses pengetahuan dan jejaring yang selama ini masih banyak terpusat di kota-kota besar,” ujarnya.

Ia menambahkan, program ini merupakan bentuk komitmen PPI Dunia untuk menghubungkan keahlian diaspora Indonesia dengan kebutuhan pembangunan energi nasional.

Program E2R diinisiasi dan dikoordinasikan oleh DTK UI, IAFMI, dan PPI Dunia, dengan dukungan resmi dari Kementerian ESDM RI dan SKK Migas. Selain itu, program ini juga melibatkan kolaborasi lintas institusi bersama LEMIGAS, Komunitas Migas Indonesia (KMI), IATMI KSA, Pertamina Energi Institute, Medco, SPE International, dan Indonesian Diaspora Network (IDN Diaspora).

E2R Summer Academy 2026 dirancang untuk menjangkau berbagai lapisan generasi muda. Sebanyak 1.229 pendaftar berasal dari jalur siswa SMA dan mahasiswa, sedangkan 840 pendaftar berasal dari jalur fresh graduate dan profesional muda. Komposisi gender juga relatif berimbang dengan 1.146 laki-laki dan 923 perempuan.

Menariknya, hampir seluruh pendaftar, yakni 99,6 persen, menyatakan kesediaan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan program.

Menurut Dandi, hal tersebut menunjukkan keseriusan generasi muda dalam mempersiapkan diri menghadapi perubahan sektor energi di masa depan.

“Kami melihat semangat belajar yang sangat tinggi. Komitmen hampir seluruh pendaftar untuk mengikuti program sampai selesai menunjukkan bahwa energi kini dipandang sebagai bidang strategis bagi masa depan bangsa dan karier generasi muda,” jelasnya.

Program dilaksanakan secara daring melalui Zoom dan terdiri atas lima pertemuan berbasis E2R Framework. Kurikulum mencakup empat pilar utama, yakni Energy (migas, energi terbarukan, hidrogen, panas bumi), Digital (AI, data science, digital twin), Sustainability (ESG, SDGs, ekonomi sirkular), dan Resilience (kepemimpinan, HSE, inovasi, dan kewirausahaan).

Setiap sesi menghadirkan kombinasi akademisi dan praktisi industri melalui metode pembelajaran interaktif berupa kuliah eksekutif, studi kasus industri, diskusi kelompok, latihan praktis, hingga refleksi. Pada akhir program, peserta akan menyusun graduation project menggunakan pendekatan Design Thinking dan Business Model Canvas yang dipresentasikan pada Graduation Day.

Keberhasilan menjaring ribuan pendaftar juga didukung strategi penyebaran informasi yang kuat. Sebanyak 1.095 peserta mengetahui program melalui media sosial, 414 peserta melalui sekolah dan kampus, sementara sisanya berasal dari rekomendasi teman, alumni, dan jaringan PPI Dunia.

Program ini diselenggarakan secara gratis, dan peserta terpilih berkesempatan memperoleh sertifikat berjenjang, mentoring karier, akses komunitas alumni, hingga peluang kunjungan industri dan magang di lembaga mitra.

Dandi berharap E2R dapat menjadi gerakan nasional penguatan literasi energi bagi generasi muda Indonesia.

“Kami ingin membangun generasi muda yang tidak hanya memahami energi sebagai sumber daya, tetapi juga sebagai fondasi ketahanan bangsa. Dari kampung halaman hingga panggung global, anak muda Indonesia harus mampu menjadi bagian dari solusi energi masa depan,” ujarnya.

Melalui E2R Summer Academy 2026, PPI Dunia menegaskan komitmennya untuk memperkuat pemahaman generasi muda terhadap isu energi global sekaligus mendukung ketahanan energi nasional melalui kolaborasi lintas sektor dan lintas negara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....