BBPOM Surabaya Selidiki Keracunan Pangan di SPPG, Warga Harap MBG Tetap Lanjut
- 02 Sep 2026 11:18 WIB
- Surabaya
Poin Utama
- Investigasi kolaboratif bersama dinas terkait agar kejadian tidak terulang
- BBPOM Surabaya turun langsung ke SPPG selidiki penyebab keracunan pangan
RRI.CO.ID, Surabaya - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan BBPOM di Surabaya turun tangan menggali informasi kasus keracunan pangan dengan mendatangi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG di Sidoarjo. Kepala BBPOM Surabaya Yudi Noviandi, memastikan telah menerjunkan langsung Timnya ke lapangan dan bekerja secara kolaboratif bersama dinas terkait untuk menggali informasi lebih lengkap guna menetapkan penyebab pasti kejadian.
"Saat ini Tim BBPOM Surabaya turun ke SPPG, berkolaborasi dengan dinas terkait untuk menggali informasi lebih lengkap, guna menetapkan penyebab peristiwa keracunan pangan yang terjadi, agar kejadian serupa tidak kembali terjadi."ujarnya, Rabu, 2 September 2026.
Langkah ini menjadi krusial untuk pencegahan. BBPOM menegaskan pentingnya penerapan lima kunci keamanan pangan di setiap SPPG, mulai dari pemilihan bahan baku yang aman, penyimpanan bahan yang benar, proses memasak sesuai standar, pengemasan yang tidak langsung ditutup saat panas, hingga distribusi yang tidak boleh lebih dari 30 menit dari dapur ke penerima manfaat.
Saat ini, BBPOM Surabaya masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan untuk memastikan ada tidaknya kontaminasi mikrobiologi sebagai penyebab keracunan. “Tujuannya adalah kita ingin memastikan bahwa kejadian serupa ke depan sudah tidak terjadi lagi,” kata dia.

Meski sempat menimbulkan kekhawatiran, warga berharap kasus ini menjadi momentum perbaikan, bukan alasan untuk menghentikan Program Makan Bergizi Gratis. "Saya Rahma, awalnya sempat khawatir dengar ada kejadian keracunan kemarin. Tapi setelah tahu Tim BBPOM Surabaya langsung turun ke SPPG untuk menyelidiki penyebabnya, kami jadi lebih tenang. Harapan saya, ini jadi pelajaran agar ke depan lebih higienis. Program MBG-nya jangan berhenti ya, karena anak-anak sangat terbantu. Kami percaya kalau sudah diawasi BBPOM, pasti akan lebih aman."kata Rahma, Warga Sidoarjo.
Hal sama disampaikan Agung, warga lainnya. "Saya Agung. Adanya kasus keracunan kemarin itu jadi pengingat pentingnya standar keamanan pangan. Justru kami apresiasi gerak cepat BBPOM Surabaya dan banyak pihak yang langsung turun ke SPPG untuk cari tahu penyebabnya agar tidak terulang. Harapan saya semua SPPG makin taat 5 kunci keamanan pangan. Jadi MBG tetap jalan, anak sehat, orang tua pun tenang," ucapnya.
Warga menilai langkah cepat BBPOM Surabaya turun langsung ke lapangan adalah bentuk komitmen untuk menjamin keamanan pangan. Mereka berharap, dengan evaluasi dan pendampingan yang berkelanjutan dari banyak pihak, Program Makan Bergizi Gratis akan semakin aman, higienis, dan manfaatnya terus dirasakan untuk generasi penerus bangsa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....