Rohmat Kecipratan Bantuan Beras, Oktariningsih Berharap Program Berlanjut
- 12 Agt 2026 12:16 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Rohmat Subagyo, warga Pagesangan, Surabaya, tak menyangka turut menerima bantuan pangan pemerintah di Kelurahan Lidah Kulon, Rabu, 12 Agustus 2026. Sehari-hari, Rohmat bekerja sebagai petugas pembersihan saluran di Kota Surabaya. Meski tidak termasuk penerima bantuan pangan, ia kecipratan pembagian beras sebanyak 5 kilogram.
Rohmat mengaku bersyukur mendapat bantuan tersebut. Ia menyampaikan terima kasih kepada pemerintah atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat.
“Terima kasih kepada pemerintah atas bantuan beras ini. Semoga program seperti ini bisa terus berjalan dan membantu masyarakat,” ujar Rohmat.
Sementara itu, Oktariningsih, salah satu perwakilan penerima bantuan, datang mengambil jatah 30 kilogram beras untuk anggota keluarganya yang lanjut usia.
Keluarganya tidak mampu berjalan sehingga Oktariningsih mewakili untuk menerima bantuan pangan periode Juli, Agustus, dan September.
Ia menyampaikan terima kasih kepada pemerintah atas bantuan pangan yang diterima keluarganya. Oktariningsih berharap program tersebut dapat terus berlanjut dan membantu memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Alhamdulillah, Terima Kasih untuk Pak Presiden atas nama keluarga Kami. Semoga Program seperti ini terus ada." ujarnya.
Pemimpin Perum Bulog Jawa Timur, Langgeng, mengatakan penyaluran bantuan pangan dilakukan serentak untuk tiga bulan. “Untuk wilayah Surabaya kita dimulai dari Kelurahan Lidah Kulon ini,” ujarnya.
Langgeng menyebut penerima bantuan pangan di Surabaya mencapai 184.313 penerima. Sementara di Jawa Timur, jumlah penerima mencapai sekitar 5,6 juta dan penyaluran ditargetkan selesai akhir September 2026.
Bantuan yang diberikan berupa beras sebanyak 10 kilogram setiap bulan. Namun, karena penyaluran dilakukan serentak tiga bulan, penerima direncanakan memperoleh 30 kilogram sekaligus.
Selain bantuan pangan, Langgeng memastikan ketersediaan beras Jawa Timur masih aman. Stok beras Jawa Timur per 12 Agustus 2026 mencapai sekitar 1,38 juta ton.
Menurut Langgeng, pengadaan beras Jawa Timur juga telah melampaui target tahunan. Dari target pengadaan 883 ribu ton, realisasi hingga Selasa malam mencapai 920 ribu ton atau 106 persen.
“Stock kita cukup 17 bulan ke depan. Jadi warga Jawa Timur sangat aman,” kata Langgeng. Bahkan, Jawa Timur masih mengirim beras ke sejumlah provinsi yang mengalami defisit.
Langgeng menyebut beras dari Jawa Timur telah dikirim ke sekitar 17 provinsi. Di antaranya Papua, Riau, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....