Mensos Apresiasi Sekolah Rakyat Gresik Jangkau Keluarga Sasaran

  • 03 Agt 2026 14:47 WIB
  •  Surabaya
Poin Utama
  • Menteri Sosial Saifullah Yusuf melakukan kunjungan kerja ke Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) I di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu, Gresik pada Senin, 3 Agustus 2026.
  • Ratusan siswa mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sebagai langkah awal menempuh pendidikan di sekolah berasrama yang dikhususkan untuk anak-anak keluarga prasejahtera.
  • Menteri Sosial mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Gresik karena berhasil melakukan penjangkauan aktif kepada keluarga sasaran sehingga kuota peserta didik Sekolah Rakyat dapat terpenuhi dengan baik.

RRI.CO.ID, Gresik – Suasana penuh semangat mewarnai Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) I di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu, Senin, 3 Agustus 2026. Ratusan siswa mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sebagai langkah awal menempuh pendidikan di sekolah berasrama yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.

Momentum itu sekaligus menjadi ajang kunjungan kerja Menteri Sosial Saifullah Yusuf. Dalam kesempatan tersebut, ia mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Gresik yang dinilai berhasil melakukan penjangkauan aktif kepada keluarga sasaran sehingga kuota peserta didik Sekolah Rakyat dapat terpenuhi.

Menurut Saifullah Yusuf, proses penerimaan siswa dilakukan dengan mengutamakan keluarga yang benar-benar membutuhkan. Karena itu, ia memastikan tidak ada ruang bagi praktik titip-menitip dalam rekrutmen peserta didik.

"Tidak ada titip-titipan dalam proses penjangkauan calon siswa Sekolah Rakyat. Tidak ada titipan gubernur, bupati, camat, atau kepala desa," kata Saifullah Yusuf.

Ia menjelaskan, tahun ajaran ini Sekolah Rakyat di Gresik menampung 405 siswa dari berbagai jenjang pendidikan. Para siswa lebih dahulu mengikuti MPLS untuk mengenal lingkungan sekolah, pola pembelajaran, serta kehidupan di asrama sebelum memulai kegiatan belajar mengajar.

Mensos juga mengungkapkan, MPLS tahun ini mendapat dukungan melalui Program Taruna Bhakti yang melibatkan taruna Akademi TNI dan Akademi Kepolisian. Mereka akan mendampingi para siswa selama beberapa hari guna menanamkan disiplin, kemandirian, dan semangat kebersamaan.

"Penempatan taruna Akademi TNI dan Akpol bertujuan membangun fondasi karakter, melatih kemandirian, serta menjadi teladan bagi siswa Sekolah Rakyat selama MPLS," ujarnya.

Di lokasi yang sama, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan kehadiran Sekolah Rakyat menjadi kesempatan berharga bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera untuk memperoleh pendidikan yang layak. Menurutnya, pendidikan menjadi salah satu jalan penting untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

"Sekolah Rakyat memberikan kesempatan kepada anak-anak dari keluarga yang belum beruntung untuk belajar dan meraih masa depan yang lebih baik. Ini merupakan komitmen negara dalam membuka akses pendidikan yang setara," ujar Fandi Akhmad Yani, melalui keterangan tertulisnya.

Bupati yang akrab disapa Gus Yani itu menambahkan, Sekolah Rakyat Terintegrasi merupakan hasil sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung pengentasan kemiskinan melalui pendidikan. Selain menerapkan kurikulum nasional, sekolah tersebut juga mengembangkan nilai-nilai religius dan karakter sebagai bekal bagi para siswa.

Usai meninjau ruang belajar, asrama, dan sejumlah fasilitas sekolah yang berdiri di atas lahan sekitar 6,5 hektare, Mensos bersama rombongan berdialog dengan para siswa. Kunjungan itu menjadi penyemangat bagi mereka yang kini memulai babak baru untuk mengejar cita-cita melalui pendidikan yang disediakan negara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....