Akademisi Surabaya Dukung Astacita Perkuat Kepemimpinan Generasi Bangsa

  • 07 Mei 2026 22:56 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Program Astacita Presiden Republik Indonesia yang menitikberatkan pada peningkatan kompetensi dan kapasitas sumber daya manusia (SDM) mendapat perhatian serius dari kalangan akademisi di Kota Surabaya.

Penguatan keterampilan manajerial, kepemimpinan, serta tata kelola aparatur negara dinilai menjadi fondasi penting untuk menciptakan pemerintahan yang profesional dan berintegritas.

Dalam dialog bersama Pro1 RRI Surabaya melalui sambungan telepon pada Kamis 7 Mei 2026, para akademisi menyampaikan bahwa pembangunan SDM unggul harus dimulai sejak dini. Peran lembaga pendidikan dinilai tidak hanya sebatas memberikan ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter dan mental kepemimpinan generasi muda.

Salah satu narasumber, Dr. Mochtar Lutfi Kepala Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, menjelaskan bahwa latihan keterampilan manajemen bagi calon pemimpin bangsa merupakan kebutuhan penting.

Menurutnya, mahasiswa perlu dibekali kemampuan berpikir kritis, menyusun prioritas, hingga menyelesaikan persoalan organisasi secara sistematis.

“LKMM di Unair dilaksanakan selama tiga hari dengan tingkatan mulai dari Pra Tingkat Dasar, Tingkat Dasar, Tingkat Menengah, hingga Tingkat Lanjut. Ini semua sebagai bekal manajerial calon pemimpin. Diajari berpikir kritis, diajari pemecahan masalah skala prioritas,” ujar Mochtar Lutfi dalam wawancara tersebut.

Ia menjelaskan, program Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa (LKMM) yang rutin dilaksanakan di lingkungan Universitas Airlangga menjadi wadah pembentukan kepemimpinan mahasiswa secara berjenjang.

Menurutnya, pelatihan tersebut bertujuan mencetak generasi yang siap memimpin organisasi maupun terlibat dalam birokrasi pemerintahan di masa depan.

Selain di tingkat perguruan tinggi, pembentukan kepemimpinan juga dilakukan sejak sekolah menengah melalui kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS).

Program tersebut tidak hanya mengajarkan disiplin dan baris-berbaris, tetapi juga menanamkan nilai cinta lingkungan, nasionalisme, tanggung jawab, serta kepatuhan terhadap aturan sekolah agar siswa siap menjadi pengurus organisasi sekolah.

Sementara itu, Drs. Bambang Wariyanto Kepala Badan Pengemong Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNIPA), menilai bahwa LKMM dan LDKS memiliki peran strategis dalam membentuk karakter pemimpin yang berkualitas.

Menurutnya, seorang pemimpin harus mampu menjadi teladan sekaligus memiliki kebijaksanaan dalam mengambil keputusan.

“Pemimpin sangat utama perannya. Sebab semuanya bergantung pada kebijaksanaan pemimpin. Pemimpin baik, organisasi menjadi baik. Juga sebaliknya, bila pemimpin salah, organisasi juga salah. Pemimpin harus bisa ditiru dan digugu,” tegas Bambang.

Pernyataan para akademisi tersebut dinilai selaras dengan tujuan Program Astacita Presiden yang ingin menciptakan SDM unggul, profesional, dan berintegritas. Dengan pembekalan kepemimpinan sejak dini, diharapkan lahir kader-kader pemimpin yang tangguh di lingkungan birokrasi maupun masyarakat.

“Saya optimistis jika sinergi antara pemerintah, akademisi, dan lembaga pendidikan terus diperkuat, maka cita-cita reformasi birokrasi berbasis kepemimpinan berintegritas akan segera terwujud,” kata Mochtar Lutfi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....