Akademisi Surabaya Soroti Pentingnya Pendidikan Kepemimpinan di Sekolah
- 21 Jul 2026 05:01 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya– Kalangan akademisi di Surabaya menyoroti pentingnya pendidikan kepemimpinan di lingkungan sekolah maupun perguruan tinggi sebagai upaya mencetak generasi pemimpin masa depan yang berintegritas. Pandangan tersebut disampaikan melalui sambungan telepon dalam kepada Pro1 RRI, Senin 20 Juli 2026.
Para akademisi menilai lembaga pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk karakter kepemimpinan yang kuat sejak dini. Menurut mereka, pembinaan kepemimpinan di sekolah dan kampus sejalan dengan program Asta Cita Presiden yang menitikberatkan pada lahirnya pemimpin yang kuat, adaptif, serta memiliki semangat melayani (servant leadership) untuk mendukung kemandirian bangsa, penguatan sumber daya manusia, hilirisasi industri, hingga reformasi birokrasi dan hukum.
Salah satu akademisi, Dr. Sunu Catur Budiyono, Dosen Sastra Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, mengatakan bahwa seorang pemimpin merupakan pusat dari berbagai aktivitas masyarakat sehingga harus mampu menjaga amanah yang diberikan.
"Pemimpin itu harus kukuh, teguh dalam mengemban amanah. Menjaga kepercayaan masyarakat, jujur, dan berpihak pada kebenaran. Tidak boleh mencla-mencle kalau berbicara. Ini semua untuk menjaga marwah kepemimpinan," ujar Sunu.
Ia juga mengingatkan pentingnya menerapkan filosofi kepemimpinan Hasta Brata sebagai pedoman dalam membangun karakter seorang pemimpin. Menurutnya, nilai-nilai tersebut masih sangat relevan diterapkan di era modern, termasuk dalam dunia pendidikan.
"Pemimpin itu harus seperti bulan, menerangi dari kegelapan. Seperti matahari, memberi motivasi. Seperti bintang, memberi petunjuk. Seperti langit, luas wawasannya. Seperti angin, bisa beradaptasi. Seperti samudra, tabah dan sabar. Seperti api, tidak pernah patah semangat berjuang. Seperti bumi, teguh dan dermawan," jelasnya.
Sunu menambahkan, apabila nilai-nilai kepemimpinan tersebut mampu diterapkan oleh para pemimpin, maka akan tercipta kehidupan masyarakat yang harmonis dan penuh kepercayaan. "Kalau sudah demikian, masyarakat akan ayem dan tentrem," tambahnya.
Sementara itu, akademisi lainnya, Drs. Dradjat Poespito, Dosen LP3I Surabaya, menegaskan bahwa seorang pemimpin harus memiliki integritas yang tercermin dari keselarasan antara ucapan dan tindakan. Menurutnya, kepercayaan publik hanya akan tumbuh apabila seorang pemimpin mampu menjadi teladan melalui perilakunya.
Melalui pendidikan kepemimpinan yang ditanamkan sejak sekolah hingga perguruan tinggi, para akademisi berharap lahir generasi pemimpin Indonesia yang berkarakter, berintegritas, adaptif terhadap perubahan, serta mampu menjawab berbagai tantangan bangsa di masa depan sesuai arah pembangunan nasional dalam Asta Cita Presiden.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....