BKKBN Jatim Optimalkan MBG 3B untuk Tekan Stunting di Daerah

  • 30 Mar 2026 14:37 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Perwakilan BKKBN Jawa Timur memperkuat sinergi pelaksanaan program tahun 2026. Langkah ini difokuskan pada optimalisasi distribusi Makanan Bergizi Gratis (MBG) bagi sasaran prioritas daerah.

Kegiatan pembinaan pegawai digelar di Surabaya dalam suasana kebersamaan pasca-Lebaran tahun ini, Senin 30 Maret 2026. Momentum tersebut dimanfaatkan meningkatkan motivasi ASN mendukung pelaksanaan Program Bangga Kencana secara optimal.

Plt Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur Sukamto menegaskan pentingnya kesiapan pegawai. Ia menyebut pembinaan menjadi langkah strategis memastikan program pembangunan keluarga berjalan efektif dan berkelanjutan.

Sasaran 3B meliputi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD di berbagai wilayah. “Distribusi MBG untuk sasaran 3B harus terus diperluas demi percepatan penurunan stunting,” ujarnya.

Data menunjukkan 1.037 dari 1.610 SPPG telah menyalurkan MBG kepada sasaran prioritas tersebut. Capaian ini setara sekitar 64 persen distribusi berdasarkan laporan manual kabupaten dan kota.

Sementara data aplikasi menunjukkan 2.612 dari 3.208 SPPG telah mendistribusikan MBG secara bertahap. Kolaborasi dengan Badan Gizi Nasional terus diperkuat guna meningkatkan cakupan distribusi program tersebut.

Ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor untuk memastikan program berjalan efektif dan tepat sasaran. “Kami terus memperluas distribusi agar menjangkau lebih banyak sasaran berisiko stunting,” kata Sukamto.

Ketua DPD Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPeKB) Jawa Timur Senja Susanti menyebut penyuluh KB berperan aktif. Sebanyak 1.500 penyuluh mendukung edukasi serta distribusi MBG kepada masyarakat di seluruh daerah.

Para penyuluh bekerja bersama Tim Pendamping Keluarga memberikan edukasi gizi dan pendampingan rutin. Pendampingan dilakukan setiap bulan dengan minimal sepuluh keluarga sasaran di tiap wilayah binaan.

Ia menyebut prevalensi stunting Jawa Timur kini sekitar 14,7 persen, di bawah standar nasional. “Edukasi ini meningkatkan pemahaman masyarakat terkait gizi dan pencegahan stunting,” jelas Senja Susanti.

Ke depan, optimalisasi peran SPPG ditargetkan menjangkau minimal sepuluh persen sasaran distribusi merata. Sinkronisasi kader Tim Pendamping Keluarga menjadi kunci keberhasilan program penurunan stunting berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....