Menteri LH Puji Surabaya Kelola 1.800 Ton Sampah per Hari

  • 06 Mar 2026 14:27 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, memuji kinerja Pemerintah Kota Surabaya dalam pengelolaan lingkungan hidup.Ia menilai Surabaya sebagai salah satu kota dengan kinerja pengelolaan sampah terbaik di Indonesia, bahkan setara dengan kota besar dunia dalam budaya kebersihan.

Pujian tersebut disampaikan saat Hanif menghadiri kerja bakti korve Sungai Kalimas bersama ribuan warga Surabaya, Jumat, 6 Maret 2026. “Wali Kota Surabaya, Bapak Eri Cahyadi, merupakan salah satu kepala daerah yang memiliki kinerja sangat baik dalam pengelolaan lingkungan hidup,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi partisipasi masyarakat yang dinilai sangat besar dalam kegiatan tersebut. Tercatat lebih dari 7.000 orang terlibat dalam kegiatan korve di berbagai titik kota.

Menurut Hanif, Surabaya menjadi contoh kota besar yang mampu menjaga kualitas lingkungan di tengah pembangunan dan pertumbuhan ekonomi. “Di tengah dinamika pembangunan yang pesat, Surabaya tetap mampu menjaga kebersihan dan kualitas lingkungannya,” katanya.

Ia menjelaskan, Kota Surabaya dengan hampir empat juta penduduk menghasilkan sekitar 1.800 ton sampah setiap hari. Sebagian besar volume sampah tersebut telah ditangani melalui sistem pengelolaan yang terintegrasi.

Hanif menilai keberhasilan tersebut tidak terlepas dari penerapan sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat. “Pengelolaan sampah yang paling ideal dimulai dari rumah tangga melalui pemilahan sampah secara konsisten,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemilahan sampah dapat mengubah sampah menjadi sumber daya ekonomi dan energi. Pemerintah pusat juga menilai keberhasilan Surabaya dalam mengoperasikan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi di TPA Benowo.

Menurutnya, fasilitas tersebut mampu mengubah sampah menjadi energi listrik secara berkelanjutan. Meski demikian, Hanif mengungkapkan masih terdapat sekitar 800 ton sampah per hari yang menjadi pekerjaan rumah untuk ditangani.

Karena itu, pemerintah pusat bersama Pemkot Surabaya tengah menyiapkan pembangunan fasilitas pengolahan sampah tambahan. Jika rencana tersebut terealisasi, Surabaya akan memiliki dua pembangkit listrik berbasis pengolahan sampah.

Hanif juga menilai kualitas lingkungan Surabaya masih terjaga, termasuk dari sisi kualitas udara. “Kita masih bisa melihat langit biru di Surabaya, ini menunjukkan kualitas udara masih terjaga,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai elemen masyarakat. “Keberhasilan pengelolaan lingkungan tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengatakan kerja bakti di Sungai Kalimas menjadi bagian dari upaya memperkuat budaya kebersihan di kota. Ia menjelaskan kegiatan tersebut melibatkan 5.316 peserta yang tersebar di delapan titik lokasi.

Titik kegiatan dimulai dari kawasan Monumen Kapal Selam hingga Kampung Gemblongan. Selain itu, sebanyak 1.953 peserta mengikuti apel dan kerja bakti di lokasi utama. Secara keseluruhan, jumlah peserta yang terlibat mencapai 7.269 orang.

“Kegiatan ini merupakan wujud komitmen bersama dalam memperkuat budaya kebersihan dan kepedulian terhadap lingkungan,” kata Eri.

Ia menambahkan, kunjungan Menteri Lingkungan Hidup juga menjadi motivasi bagi masyarakat Surabaya. Menurutnya, selama ini warga Surabaya mulai melakukan pemilahan sampah dari sumbernya. Pemkot Surabaya juga berencana menggelar kerja bakti setiap hari Jumat untuk menjaga kebersihan kota.

“Kami ingin gerakan ini terus dilakukan di lingkungan pemerintahan, permukiman, ruang publik, hingga sektor usaha,” ujarnya.

Eri menegaskan menjaga kebersihan kota harus menjadi gerakan bersama seluruh masyarakat. “Jika masih ada yang membuang sampah sembarangan, tentu akan ada sanksi sosial,” ujarnya.

Rekomendasi Berita