Puasa Sarana Bentuk Pribadi Bertakwa
- 16 Feb 2026 07:13 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Puasa Ramadhan tidak hanya dimaknai sebagai ibadah menahan lapar dan dahaga, tetapi merupakan sarana pembentukan pribadi bertakwa. Hal tersebut disampaikan Ustazah Haniah, Pimpinan Pesantren dan Panti Asuhan Mitra Arafah Surabaya, dalam tausiyah pada program Mutiara Pagi RRI Surabaya, Senin (16/2/2026).
Ustazah Haniah menegaskan bahwa tujuan utama puasa telah dijelaskan secara tegas dalam Al-Qur’an. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 183, “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
“Hakikat perintah puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi membentuk pribadi yang bertakwa. Puasa adalah proses pendidikan ruhani agar manusia mampu menjaga diri dari hal-hal yang dilarang Allah,” ujar Ustazah Haniah.
| Baca juga: Ramadan Momentum Raih Derajat Taqwa |
Ia menjelaskan, secara bahasa, takwa berasal dari kata waqa–yaqi–wiqayah yang bermakna menjaga, melindungi, dan membentengi diri dari bahaya. Dalam konteks keimanan, takwa dimaknai sebagai sikap menjaga diri dari kebinasaan dengan menjalankan perintah Allah serta menjauhi larangan-Nya.
“Takwa itu bukan hanya konsep, tetapi sikap hidup. Ketika seseorang sadar bahwa Allah selalu mengawasinya, maka ia akan lebih berhati-hati dalam ucapan, perbuatan, dan keputusan,” kata Ustazah Haniah.
Hal tersebut sejalan dengan firman Allah dalam Surah Al-Hujurat ayat 13 yang menegaskan bahwa kemuliaan seseorang di sisi Allah tidak diukur dari asal-usul atau kedudukan, melainkan dari tingkat ketakwaannya.
| Baca juga: Ramadan Momentum Meraih Ampunan Allah SWT |
Dalam tausiyahnya, Ustazah Haniah juga menguraikan sejumlah keutamaan bagi orang-orang yang bertakwa. Keutamaan pertama adalah kebersamaan dan perlindungan Allah, sebagaimana disebutkan dalam Surah Al-Baqarah ayat 194 bahwa Allah bersama orang-orang yang bertakwa.
Keutamaan kedua, orang bertakwa akan diberikan ilmu dan petunjuk dari sisi Allah. Hal ini ditegaskan dalam Surah Al-Baqarah ayat 282 yang menyebutkan bahwa Allah mengajarkan ilmu kepada hamba-Nya yang bertakwa.
Ketiga, orang bertakwa diberikan kemampuan membedakan antara yang baik dan yang buruk, sebagaimana termaktub dalam Surah Al-Anfal ayat 29. Keempat, mereka dijanjikan keselamatan dari siksa api neraka, sebagaimana dijelaskan dalam Surah Maryam ayat 72.
Keutamaan kelima, Allah menjanjikan jalan keluar dari kesulitan serta rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka bagi orang bertakwa, sebagaimana tercantum dalam Surah At-Talaq ayat 2–3. Keenam, orang-orang bertakwa dijanjikan surga sebagai balasan atas ketaatan mereka, sebagaimana ditegaskan dalam berbagai ayat Al-Qur’an, di antaranya Surah Ali Imran ayat 133.
“Allah menyiapkan kado terindah bagi hamba-hamba-Nya yang bertakwa. Karena itu, Ramadhan harus menjadi momentum memperbaiki diri, bukan hanya meningkatkan ibadah ritual, tetapi juga akhlak dan kepedulian sosial,” ucap Ustazah Haniah mengakhiri tausiyah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....