Program Prioritas Nasional MBG Jatim Tertinggi Ketiga Nasional
- 28 Jan 2026 15:19 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Realisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jawa Timur tercatat sebagai yang tertinggi ketiga secara nasional. Hingga akhir 2025 jumlah penerima manfaat mencapai 7,20 juta jiwa atau sekitar 82 persen dari target 8,77 juta penerima.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Jawa Timur, Saiful Islam, menjelaskan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jawa Timur akan mengalami peningkatan pada 2026. Secara nasional, dana MBG akan dikelola oleh Badan Gizi Nasional dengan target penerima manfaat yang lebih luas.
Memasuki satu tahun pelaksanaan, Program MBG masih menghadapi sejumlah persoalan krusial. Permasalahan utama meliputi distribusi yang belum terarah, lemahnya sistem pengawasan, hingga munculnya sejumlah kasus keracunan.
"Berbagai catatan tersebut terus dibenahi oleh para pemangku kepentingan di Jawa Timur agar pelaksanaan MBG berjalan lebih baik. Dapur MBG yang dinilai tidak kompeten dan tidak mampu menjalankan standar operasional prosedur (SOP) dipastikan tidak akan nisa ikut." ujarnya.
Target nasional penerima MBG yang sebelumnya dipatok sekitar 82 juta orang pada 2025 dan belum tercapai, ke depan akan kembali diarahkan mendekati angka tersebut.
“MBG bertambah. Target nasional yang sebelumnya sekitar 82 juta penerima di 2025 dan belum tercapai, ke depan akan diarahkan mendekati angka tersebut,” katanya.
Sementara itu, realisasi Program MBG di Jawa Timur tercatat sebagai yang tertinggi ketiga secara nasional, dengan jumlah penerima manfaat mencapai 7,20 juta jiwa. Penerima tersebut terdiri dari anak sekolah dan santri sebanyak 6.714.267 jiwa, balita 308.325 jiwa, serta ibu hamil dan ibu menyusui sebanyak 153.673 jiwa, dengan total realisasi anggaran mencapai Rp1,62 triliun.
Dalam pelaksanaannya, Program MBG di Jawa Timur didukung oleh 2.529 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), 2.882 UMKM, 751 koperasi, 180 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta 3.128 pemasok (supplier). Program ini menjangkau sebanyak 89.204 kelompok penerima manfaat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....