Guru Sidoarjo Mulai Nikmati Program Makan Bergizi Gratis

  • 28 Jul 2026 14:00 WIB
  •  Surabaya

‎RRI.CO.ID, Sidoarjo – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini tidak hanya menyasar peserta didik, tetapi juga mulai dinikmati tenaga pendidik. Sejak awal tahun ajaran baru pada pertengahan Juli 2026, para guru di SMA Negeri 1 Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, ikut menerima paket makan bergizi dengan menu yang sama seperti yang diberikan kepada siswa.

‎Program tersebut mendapat perhatian saat Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, melakukan supervisi dan monitoring pelaksanaan MBG di SMA Negeri 1 Wonoayu. Kunjungan itu juga menjadi ajang evaluasi pelaksanaan program di tingkat sekolah.

‎Kepala SMA Negeri 1 Wonoayu, Ririn, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan MBG yang dinilai membawa manfaat bagi seluruh warga sekolah. Menurutnya, kehadiran program tersebut disambut antusias oleh siswa sejak pertama kali diterapkan.

‎"Mulai tahun ajaran ini, sekitar pertengahan Juli, bapak ibu guru juga menerima MBG. Menunya sama dengan anak-anak, ada sayur dan lauk sehingga kebutuhan gizi juga terpenuhi. Alhamdulillah, tidak ada pembedaan antara guru dan siswa," ujar Ririn, Selasa 28 Juli 2026.

‎Ia mengatakan, sebelum adanya MBG, sebagian siswa hanya mengandalkan uang saku sekitar Rp10 ribu untuk membeli makanan di luar sekolah. Dengan nominal tersebut, pilihan makanan bergizi dinilai sangat terbatas sehingga kebutuhan nutrisi harian belum sepenuhnya terpenuhi.

‎Menurut Ririn, sejak MBG berjalan, para siswa tidak hanya memperoleh makanan yang lebih sehat, tetapi juga dapat menyisihkan uang saku mereka. Kondisi itu berdampak positif terhadap semangat belajar karena siswa tetap berenergi hingga kegiatan belajar selesai.

‎Bambang Haryo Soekartono menilai MBG mampu menjawab persoalan pemenuhan gizi pelajar. Menurutnya, dengan uang saku Rp10 ribu, banyak siswa hanya membeli mi instan atau makanan cepat saji yang kurang memenuhi kebutuhan gizi seimbang.

‎"Anak-anak sekarang mendapatkan makanan bergizi yang lebih baik. Mereka lebih semangat belajar sampai siang dan guru-guru juga kini menerima MBG sehingga semakin berenergi. Program ini harus terus dilanjutkan karena menjadi investasi untuk menyiapkan generasi unggul menghadapi bonus demografi dan persaingan global," kata BHS.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....