Polres Kerinci Tangkap 21 Tersangka Narkoba, 7 Pelajar
- 23 Sep 2025 17:00 WIB
- Sungaipenuh
KBRN, Sungai Penuh: Satuan Reserse Narkoba Polres Kerinci kembali mencatat hasil signifikan dalam Operasi Antik Siginjai 2025. Selama 20 hari operasi, mulai 25 Agustus hingga 13 September 2025, polisi berhasil menangkap 21 tersangka kasus narkoba, termasuk tujuh anak di bawah umur.
Kapolres Kerinci melalui Kasat Resnarkoba, Iptu Yandra Kusuma, S.E., membeberkan hasil tersebut dalam konferensi pers di Mapolres Kerinci, Selasa (23/9/2025).
21 Tersangka, 9 Orang Bandar
Dari total tersangka, lima orang masuk dalam Target Operasi (TO) dan seluruhnya berhasil diamankan. Sementara itu, 16 orang lainnya berstatus Non TO. Polisi menduga sembilan di antaranya berperan sebagai bandar sabu maupun ganja.

“Yang cukup memprihatinkan, ada tujuh anak-anak yang terlibat. Seluruhnya sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Sungai Penuh untuk proses hukum lebih lanjut,” ungkap Yandra Kusuma.
Profil Tersangka
Jenis kelamin: 14 laki-laki dewasa, 7 anak-anak, tidak ada perempuan.
Pekerjaan: 9 karyawan swasta, 7 mahasiswa/pelajar, 3 wirausahawan, 2 buruh.
Usia: Didominasi kelompok usia 16–20 tahun dengan 9 orang.
Barang Bukti
Polisi menyita sabu seberat 11,49 gram dan ganja 157,16 gram. Total nilai ekonomis barang bukti diperkirakan Rp 25,09 juta, terdiri dari sabu Rp 17,23 juta dan ganja Rp 7,85 juta.
Dari pengungkapan ini, polisi menghitung 687 jiwa terselamatkan dari bahaya narkoba, dengan rincian 58 jiwa dari sabu dan 629 jiwa dari ganja.
Pasal yang Dilanggar
Seluruh tersangka dijerat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, di antaranya:
Pasal 111 ayat (1): pidana 4–12 tahun, denda Rp 800 juta – Rp 8 miliar.
Pasal 112 ayat (1) dan (2): pidana 4–20 tahun atau seumur hidup, denda hingga Rp 8 miliar.
Pasal 114 ayat (1) dan (2): pidana 5–20 tahun, seumur hidup, bahkan pidana mati dengan denda maksimal Rp 10 miliar.
Kasat Resnarkoba menegaskan pihaknya tidak akan memberi ruang bagi peredaran narkoba di Kerinci.
“Peredaran narkoba sudah menyasar kalangan pelajar dan anak-anak. Ini menjadi alarm keras bagi semua pihak untuk lebih waspada dan bersama-sama memerangi narkoba,” tegasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....