Ekspor Babel Melonjak 80,92 Persen, Neraca Perdagangan Surplus
- 01 Sep 2026 20:42 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Pangkalpinang- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat kinerja perdagangan luar negeri yang membaik pada Juli 2026.
Kepala BPS Babel, Sugeng Arianto, mengatakan, nilai ekspor daerah ini melonjak hingga 80,92 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year / y-on-y).
Sugeng menjelaskan, total nilai ekspor Bangka Belitung pada Juli 2026 mencapai US$264,11 juta, naik signifikan dari Juli 2025 yang sebesar US$145,97 juta.
"Peningkatan ekspor ini terutama ditopang oleh komoditas timah yang tumbuh 88,61 persen secara y-on-y, dengan nilai mencapai US$228,04 juta. Sementara itu, ekspor nontimah juga tumbuh 43,83 persen menjadi US$36,07 juta," ujar Sugeng, Selasa 1 September 2026.
Dalam komoditas timah, Tiongkok masih menjadi pasar ekspor terbesar bagi Bangka Belitung. Sepanjang Januari–Juli 2026, ekspor timah ke Tiongkok mencapai US$516,97 juta atau menyumbang 47,38 persen dari total ekspor timah. Negara tujuan utama berikutnya adalah Korea Selatan (12,69 persen) dan India (9,50 persen).
Untuk sektor nontimah, pengiriman didominasi oleh kelompok lemak & minyak hewan/nabati (CPO dan turunannya) sebesar US$25,57 juta pada Juli 2026 (70,91 persen dari total ekspor nontimah). Adapun secara akumulatif Januari–Juli 2026, negara tujuan ekspor nontimah terbesar adalah Bangladesh US$46,61 juta (22,73 persen), lalu Tiongkok US$46,18 juta (22,53 persen), kemudian Malaysia US$28,38 juta (13,84 persen)
Dari sisi impor, nilai masuknya barang ke Bangka Belitung pada Juli 2026 tercatat sebesar US$1,07 juta. Angka ini naik 756,89 persen jika dibandingkan dengan Juli 2025 yang tercatat sebesar US$0,12 juta.
| Baca juga: Kemiskinan Babel Turun Jadi 4,75 Persen |
“Secara akumulatif (Januari–Juli 2026), total impor mencapai US$18,17 juta, dengan dominasi komoditas nonmigas seperti mesin-mesin/pesawat mekanik. Malaysia menjadi negara asal impor terbesar dengan nilai US$15,95 juta (87,78 persen),” katanya.
Dengan perkembangan arus barang tersebut, neraca perdagangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Juli 2026 mencatatkan surplus yang tebal.
“Secara keseluruhan, akumulasi surplus neraca perdagangan Bangka Belitung sepanjang Januari hingga Juli 2026 telah menembus US$1,27 miliar,” katanya.
Sementara itu, dari sisi regulasi, Kepala Seksi Fasilitas Impor Tujuan Ekspor Pengembalian DJBC, Romy Windu Sasongko, memaparkan pentingnya pemahaman prosedur kepabeanan. Pelaku usaha diajarkan mengenai pemenuhan dokumen seperti invoice, packing list, perizinan larangan/pembatasan, hingga alur pengajuan Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) untuk memperoleh Nota Pelayanan Ekspor.
“Keberanian menembus pasar global harus diimbangi dengan pemahaman terhadap aturan main kepabeanan,” kata Romy.
Sisi praktis ekspor dibagikan oleh Lukman Nuhung, seorang local hero sekaligus eksportir asal Bangka Belitung. Ia membuktikan, peluang ekspor tidak selalu datang dari produk berteknologi tinggi atau komoditas mahal.
Lukman berhasil mengekspor daun ketapang (Catappa leaf)—bahan alami yang melimpah di wilayah tropis—ke berbagai negara seperti Amerika Serikat, Inggris, Jepang, Korea Selatan, hingga Jerman. Produk ini diminati oleh penghobi akuarium, aquascape, dan komunitas reptil.
"Pasar ekspor membeli kualitas, bukan sekadar produk. Potensi di sekitar kita bisa bernilai ekonomi tinggi jika kita mampu membaca kebutuhan pasar dan menjaga mutunya," kata Lukman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....