LPPOM: Produk Halal Babel Potensial Tembus Pasar Internasional

  • 11 Sep 2026 21:07 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Pangkalpinang- Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan Dan Kosmetika (LPPOM) Pusat menilai potensi produk halal di Provinsi Bangka Belitung (Babel) cukup besar untuk menembus pasar internasional.

Direktur Utama LPPOM, Muti Arintawati, mengatakan,, keberagaman produk unggulan daerah, khususnya sektor perikanan, menjadi peluang yang dapat dikembangkan. Seiring meningkatnya permintaan terhadap produk pangan halal dunia.

Menurut dia, potensi produk halal Babel untuk Internasional Babel sangat besar secara umum di Indonesia ini memiliki produk yang sangat beragam.

"Babel banyak perikanan, itu sesuatu yang memang orang banyak beralih ke makanan dari ikan," kata Muti, Jumat 11 September 2026.

Ia mengatakan, perlu diketahui terkait apa saja permintaan pasar dan kebutuhan yang dibutuhkan oleh pasar Internasional.

"Tentunya kalau kita bisa mengetahui tujuan ekspor di pasar Internasional butuh apa yang terkait dengan produk-produk perikanan itu bisa dikembangkan, baik dari yang sudah ada," katanya.

Untuk mewujudkan itu, menurutnya perlu ditingkatkan kualitas dalam memenuhi persyaratan negara tujuan ekspor yang memerlukan produk.

"Misalnya di sini belum ada, tetapi bahan baku ada, ada riset dari perguruan tinggi dan pengembangan diaplikasikan di industri dari berbagai dinas mendukung legalitas dan kualitas, potensinya besar," ujarnya.

Diberitakan terpisah, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saat ini tengah mengebutkan untuk menyukseskan program Wajib Halal Oktober (WHO) 2026.

Langkah ini diambil guna memastikan seluruh produk hilir dari sektor UMKM di daerah tersebut mengantongi legalitas halal sebelum tenggat waktu yang ditentukan.

Kepala Diskop UKM Bangka Belitung, Ari Primajaya, mengatalan, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Pusat telah memberikan target kuota yang cukup besar untuk wilayah Bangka Belitung.

"Target yang diberikan ke kita oleh BPJPH adalah sebanyak 5.918 sertifikasi halal. Kami optimis, insya Allah pada Oktober 2026 nanti target ini bisa tercapai untuk seluruh UMKM yang ada di Bangka Belitung," ujar Ari, Kamis 18 Juni 2026

Ari menjelaskan, pergerakan menuju pencapaian target tersebut kini sudah mulai terasa dampaknya secara masif di lapangan. Hal ini terjadi karena proses akselerasi tidak hanya bertumpu pada para pelaku UMKM semata, melainkan turut dibantu oleh sinergi dari berbagai instansi dan lintas sektor kelembagaan.

Meski begitu, ia tidak menampik adanya dinamika dan kendala yang dihadapi petugas di lapangan selama proses pendaftaran. Untuk mengatasi hal tersebut, Diskop UKM Babel telah menyiagakan tim khusus guna mempercepat proses sertifikasi.

"Kalau kendala pasti ada, tetapi bagaimana kita menyiasatinya dengan menggencarkan sosialisasi dan sistem kejar bola. Kami sudah menugaskan agen-agen di lapangan untuk menyisir dan mencari pelaku UMKM di Bangka Belitung yang memang produknya belum bersertifikasi halal," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....