Dorong Ekonomi Nelayan, DKP Babel Salurkan Bantuan 21 Ton Bibit Kerang Dara

  • 10 Sep 2026 17:28 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Pangkalpinang- Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menyalurkan bantuan sarana dan prasarana budidaya laut berupa bibit kerang dara kepada tiga kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) lokal.

Kepala Bidang Budidaya DKP Provinsi Babel, Agus Wahyudi, menyampaikan bahwa total bantuan yang disalurkan mencapai 21 ton bibit kerang darah. Masing-masing kelompok penerima mengantongi bantuan sebanyak 7 ton.

"Di tahun 2026 ini, ada tiga kelompok pembudidaya yang menerima bantuan, yakni di Dusun Sukal dan Dusun Tanjung Punai di Kabupaten Bangka Barat, serta Desa Pangkat Niur di Kabupaten Bangka," ujar Agus Wahyudi.

Agus menjelaskan, ketiga kelompok tersebut merupakan wadah bagi para pembudidaya kerang darah yang saat ini tercatat aktif di Bangka Belitung. Meski terdapat potensi di wilayah lain seperti Kota Kapur dan Bangka Tengah, mayoritas aktivitas budidaya komoditas ini terpusat di kawasan Bangka dan Bangka Barat.

"Potensi masyarakat di wilayah tersebut memang sudah berlangsung secara turun-temurun. Sekitar 80 persen penduduk setempat menggantungkan mata pencahariannya dari budidaya kerang darah dan nelayan tangkap," katanya.

Pemberian bantuan ini difungsikan sebagai stimulan atau perangsang guna menjaga keberlanjutan usaha para pembudidaya di tengah kondisi dinamika ekonomi saat ini. DKP Babel berharap para penerima dapat mengelola dan memanfaatkan bantuan tersebut secara maksimal.

Menurut Agus, jika didukung oleh kondisi cuaca serta kualitas lingkungan air yang ideal, hasil panen kerang darah terbilang sangat menjanjikan.

"Jika kondisi lingkungan dan cuaca bagus, penebaran satu ton bibit bisa menghasilkan hingga tiga ton panen dalam kurun waktu 6 hingga 8 bulan," ujarnya.

Kepala DKP Babel, Yopi Wijaya menambahkan, ke depan, pihaknya sesuai arahan Gubernur Babel terus berkomitmen mendukung sektor perikanan budidaya dengan memvariasikan jenis bantuan, seperti benih udang vaname dan nila salin, yang penyalurannya akan melewati tahap verifikasi proposal terlebih dahulu.

“Kami harapkan setelah bantuan diserahkan, mereka bisa memanfaatkannya dengan optimal. Biasanya kalau kondisi cuaca dan lingkungan air bagus, tebar 1 ton bisa menghasilkan 3 ton dalam waktu 6 hingga 8 bulan. Ke depan, jenis bantuan kita bervariasi seperti benih udang vaname dan nila salin melalui tahap verifikasi proposal,” kata Yopi.

Warga Dusun Tanjung Punai selaku penerima bantuan menyampaikan syukurnya ketika menerima bantuan ini. Diharapkan dapat membantu meningkatkan perekonomian mereka.

“Terima kasih ucapakan syukur kepada Allah yang mana pada hari ini kami mengucapkan ribuan terima kasih kepada bapak gubernur kami yakni Hidayat Arsani. Semoga bantuan ini dapat bermanfaat untuk masyarakat kami Dusun Tanjung Punai dan mudah-mudahan ekonomi kami kembali terangkat seperti sedia kala,” kata warga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....