Apkasindo Soroti Perbedaan Harga TBS Sawit di Bangka dengan Belitung

  • 08 Apr 2026 13:51 WIB
  •  Sungailiat
Poin Utama
  • Harga TBS Kepala Sawit di Babel

RRI.CO.ID, Pangkalpinang- Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menyoroti adanya peberbedaan harga beli tandan buah segar (TBS) kelapa sawit.

Hal itu disampaikan oleh sejumlah Daerah Pengurus Daerah (DPD) Apkasindo ketika rapat penetapa harga TBS kelapa sawit di kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Babel, Rabu 8 April 2026.

Perwakilan DPD Apkasindo Belitung Masdar mengatakan, rata-rata pabrik kelapa sawit (PKS) di Pulau Belitung pada saat ini membeli TBS sawit sesuai dengan yang ditetapkan dari DPKP Babel kisaran Rp3.000 lebih perkilogram.

“Kalau di PT BAT itu, itu salah satu PT komersil ya, perusahaan komersil yang tanpa kebun, jadi mereka membeli dengan harga sekarang, untuk di perusahaan itu Rp3.850. Nah, kalau untuk di perusahaan yang misalnya ada kebun inti, mereka pun masih membeli di harga rata-rata di atas Rp3.000 an,” kata Masdar.

Masdar mengakui, jika ada selisih yang cukup jauh pembelian TBS kelapa sawit di Bangka dengan Belitung. Untuk itu Apkasindo berharap ada keseragaman harga itu.

“Kalaupun diitunginnya memang lumayan jauh. Udah ada selisih sampai Rp400. Apalagi dengan PT BAT itu udah Rp800. Harapan kita kalaupun bisa dengan adanya ini, nanti kalau bisa diserahgamkan. Jangan ada pembedaan. Karena kita satu provinsi sih. Pergubnya sama, aturannya sama. Kecuali disini isinya pergubnya beda, kita di Belitung juga beda,” katanya.

Perwakilan DPD Apksindo Bangka, Ismail mempertanyakan kepada DPKP Babel dan juga PKS-PKS. Sedangkan CPO pada Maret itu diangka Rp14.000 lebih. Sesuai yang dihitung oleh DPKP. Sedangkan di April ini CPO itu naik Rp15.000 lebih. Sedangkan TBS yang ada di Petani ini dibeli dengan harga Rp2.800 lebih.

“Itu yang jadi pertanyaan kita. Sedangkan pergubnya itu, kita tahu pergub itu istilahnya nomor 14 tahun sekian itu kita tahu. Tetapi kenapa antara Belitung dengan Bangka ini kok diperbedakan,” ujar Ismail.

Ia menegaskan, khususnya petani sawit yang ada di Bangka Belitung ini adalah kebanyakannya petani sawadaya. Untuk itu pihaknya berharap pemerintah daerah dapat membantu rakyat dengan harga beli yang seragam.

“Apakah pemerintah daerah provinsi bangka belitung ini bukan membantu masyarakat atau mencekik masyarakat? Itu yang dipertanyakan. Jadi kami selalu kewakasinu tidak akan menyerah untuk memperjuangkan daripada harga TBS kepada petani sawit,” katanya.

Kepala Bidang Perkebunan DPKP Babel, M. Isa Anshorie, menjelaskan, terdapat perbedaan mendasar yang mempengaruhi harga sawit di dua pulau tersebut. Menurutnya, faktor utama yang menjegal harga di Pulau Bangka adalah tingginya biaya transportasi .

“Kendala klasiknya adalah masalah rendemen atau kadar minyak, transportasi, dan industri pengolahan. Saat ini yang paling berdampak adalah biaya transportasi yang dibebankan kepada Pabrik Kelapa Sawit (PKS),” kata Isa.

Berbeda dengan Bangka, Pulau Belitung dinilai lebih unggul dari sisi logistik karena memiliki fasilitas pengolahan CPO yang lebih dekat.

“Di Belitung sudah ada pabrik pengolahan minyak goreng, jadi bisa dikirim atau dijual langsung. Sementara di Bangka, CPO kita masih harus dikirim keluar daerah, sehingga biaya pengirimannya tinggi,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....