Wisata Kuliner, Kenang Cita Rasa Khas Lempah Kuning Toboali

  • 27 Apr 2026 11:16 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Toboali - Lempah kuning, sajian makanan khas orang Bangka cukup familier di masyarakat. Lempah ini, berupa kuah yang diracik bumbunya dan dimasak dengan disertakan potongan ikan laut.

Lempah kuning ini meski tak asing di lidah masyarakat, namun tips-tips penyajiannya memiliki perbedaan pada setiap juru masaknya. Siapapun yang mengonsumsinya akan bisa merasakan kekhasan cita rasanya, bahkan bisa saja ketagihan.

Penulis sendiri bisa merasakan perbedaan cita rasa itu bila lempah kuning dimasak oleh juru masak satu sama lainnya. Cara mengolah mulai dari memilih ikan, meracik bumbu-bumbunya, serta kiat-kiat memasaknya menjadi pembeda cita rasa yang dihasilkannya.

Ada satu cita rasa khas lempah kuning yang membekas dalam panggilan rasa dan tersimpan dalam ingatan penulis, yakni lempah kuning yang ada di objek wisata Pantai Batu Kapur Toboali Kabupaten Bangka Selatan. Warung Lempah Didet, begitulah julukan yang diberikan oleh sang empunya warung.

Warung itu, pekan lalu penulis kunjungi saat sempat berwisata keluarga ke pantai di Toboali Bangka Selatan. Sekian waktu bercengkrama dengan panorama pantai. Rasa lapar begitu terasa, kerinduan pada lempah kuning itu pun menuntun kami sekeluarga singgah dan memesan masakan itu. Bagi kami wisata ke Pantai Batu Kapur bukan kali pertama.

Hembusan angin dari arah laut berpadu dengan aroma bumbu lempah yang khas seakan menyambut kedatangan kami.

Semakin mendekat, semakin terendus hidung aroma khas lempah kuning itu. Imajinasi cita rasa dengan kuah yang khas pedasnya itu membuat reflek lidah ikut bergoyang.

Tiba di Warung Lempah Didet, kami pun meminta pesanan porsi lempah kuning berikut pilihan jenis ikan lautnya yang sesuai selera. Kami pun sabar menanti menunggu lempah kuning diolah hingga selesai dimasak.

“Lempah ini memang dimasak dengan bumbu pilihan yang ditumbuk langsung, supaya rasa khasnya tetap terjaga dan lebih terasa alami,” ujar sang juru masak, Didet.

Pucuk dicinta ulam tiba, lempah kuning tuntas dimasak kami pun duduk bersama, menikmati sajian lempah yang hangat ditemani hembusan angin dan panorama laut Pantai Batu Kapur. Terhidang tidak hanya lempah, berbagai varian seefood segar lainnya juga tersaji di meja, menambah kenikmatan santap siang kami.

“Setiap ke Toboali, makan lempah itu seperti tradisi. Rasanya selalu beda kalau dinikmati langsung di sini, apalagi dengan suasana pantai," celoteh Praja, anggota keluarga penulis.

Lempah kuning Toboali, ala Didet dalam hitungan menit tersantap sudah, rasa lapar pun sirna, namun aroma cita rasanya masih nempel membekas dalam angan-angan hingga sepanjang waktu perjalanan pulang ke Sungailiat Kabupaten Bangka. Satu tekad dan kata sepakat, akan diulang kembali manakala kembali berwisata keluarga di Pantai Batu Kapur itu.

Lempah khas Toboali ini bukan sekadar makanan, melainkan bagian dari daya tarik wisata kuliner yang mampu menghadirkan kenangan bagi setiap pengunjung. Perpaduan rasa, suasana, dan kebersamaan menjadikan momen yang menyimpan kesan dan kenangan bagi penulis dan keluarga. Toboali pun, menjadi tempat yang teragendakan tatkala kami memutuskan pilihan wisata bersama keluarga di waktu-waktu berikutnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....