KTB UKM dan Institut Pahlawan 12 Kembangkan Produk Lokal
- 17 Mei 2026 18:32 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat - Institut Pahlawan 12 berkolaborasi dengan Kelompok Tumbuh Bersama Usaha Kecil Menengah (KTB UKM) menggelar Seminar Kreativitas Pemanfaatan Produk Sirkular Ekonomi memanfaatkan potensi lokal daerah.
Di Gedung Pascasarjana SETARA IV Institut Pahlawan 12, seminar menghadirkan berbagai materi mengenai pemanfaatan sumber daya alam lokal agar memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Peserta diperkenalkan oleh Pendiri KTB UKM dr. Eddy Kristianto dan drg. Renny Limarga pada inovasi pengolahan bahan berbasis air laut dan garam menjadi produk perawatan kulit seperti sabun garam dan body lotion yang memiliki peluang pasar menjanjikan.
“Jadi kita di sini mengedepankan pemanfaatan maksimal sumber daya alam dan sumber daya manusia di lingkungan sekitar dengan metode sederhana yang mudah diterapkan masyarakat kita,” ucap Eddy dalam rilis yang diterima RRI, Minggu, 17 Mei 2026.
Melalui pendekatan tersebut, masyarakat didorong mampu menciptakan produk unggulan yang bernilai jual sekaligus ramah lingkungan.
Inisiator kegiatan sekaligus Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bangka, Kwartanto, mengatakan Bangka Belitung memiliki kekayaan alam yang besar, namun belum sepenuhnya diolah menjadi produk unggulan yang mampu bersaing di pasar lebih luas.
“Kegiatan ini diharapkan mampu membuka pola pikir peserta agar lebih kreatif dan inovatif dalam mengembangkan produk lokal. Penguatan merek, strategi pemasaran, dan pemanfaatan potensi daerah harus berjalan beriringan agar produk daerah mampu bersaing,” ujarnya.
Seminar secara resmi dibuka Direktur Pascasarjana Institut Pahlawan 12, Dr. Yan Megawandi. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi kolaborasi antara perguruan tinggi, komunitas sosial, dan pelaku usaha dalam memperkuat pengembangan ekonomi kreatif berbasis masyarakat.
“Sinergi ini tentu menjadi langkah penting dalam menciptakan ekosistem usaha yang mandiri dan berkelanjutan di daerah,” ujar Yan.
| Baca juga: Akses Medsos, Ikuti dengan Etika Komunikasi |
Sementara itu, salah satu peserta, Rahmat, mengaku mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan karena tidak hanya berisi teori, tetapi juga praktik langsung pembuatan produk.
“Kami tidak hanya diberi wawasan dan motivasi, tapi juga langsung praktik membuat produk. Jadi kami lebih memahami peluang usaha dari potensi lokal yang ada di Bangka Belitung,” ungkapnya.
Rektor Institut Pahlawan 12, Dr. Darol Arkum, menilai kegiatan memiliki nilai strategis karena menggabungkan ilmu akademis dengan penerapan nyata di masyarakat.
“Kegiatan ini sangat berharga karena tidak sekadar teoritis, tetapi menghasilkan produk nyata. Pengetahuan dan pengalaman ini diharapkan dapat terus dikembangkan sehingga memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat luas,” katanya.
Peserta seminar terdiri dari pimpinan dan dosen Institut Pahlawan 12, mahasiswa Program Studi Kewirausahaan, masyarakat umum, serta perwakilan ibu-ibu PKK Kelurahan Jelitik. Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta sinergi berkelanjutan antara perguruan tinggi, komunitas, dan masyarakat dalam memperkuat UMKM berbasis potensi lokal dan ekonomi sirkular di Bangka Belitung.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....