Akses Medsos, Ikuti dengan Etika Komunikasi
- 13 Apr 2026 16:57 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat - Media sosial akrab di hampir semua kalangan termasuk mahasiswa. Mereka menggunakannya untuk berbagai kepentingan dan kebutuhan.
Mereka di antaranya aktif sebagai komunikator bahkan sebagai konten kreator. Kemampuan menyampaikan pesan komunikasi di medsos didapat secara berbeda.
Mahasiswa menjadi salah satu strata di nasyarakat paling aktif dalam menggunakan media sosial, baik untuk hiburan, komunikasi, maupun kebutuhan akademik. Namun, peningkatan tersebut juga diikuti dengan masih banyaknya pelanggaran etika komunikasi.
Dosen Ilmu Komunikasi, Yuli Hidayati, menilai media sosial memiliki peran sebagai ruang publik digital yang harus digunakan secara bijak. Bijak dalam mengakses atau bijak menyampaikan pesan-pesan audio, atau audio visual.
“Media sosial merupakan ruang publik digital, sehingga etika komunikasi menjadi sangat penting dalam setiap interaksi,” kata Yuli.

Dosen Ilmu Komunikasi, Yuli Hidayati, ketika seminar Komunikasi Organisasi di Era Digital di hadapan para mahasiswa Institut Pahlawan 12 Sungailiat - Bangka (Ilustrasi Foto: Diaz SZ/Inpalas)
Ia menjelaskan, pelanggaran etika seperti penggunaan bahasa kasar, penyebaran informasi yang belum terverifikasi, hingga ujaran kebencian masih sering terjadi. Hal ini dapat berdampak pada reputasi individu serta memicu konflik di masyarakat.
Yuli mengajak agar para mahasiswa mampu berpikir kritis sebelum menyampaikan pesan. Lakukan verifikasi informasi, serta menggunakan bahasa yang sopan dalam berkomunikasi agar tercipta ruang digital yang lebih aman dan sehat.
Sementara itu, mahasiswa Ilmu Komunikasi semester enam, Meri Adiyati Lestari, mengaku masih sering menemukan komentar negatif di media sosial. Isi pesan subjektif terkadang tendensius.
“Komentar yang tidak bijak sering menyakitkan, jadi kita harus lebih berhati-hati dan menghargai orang lain,” kata Meri. (Juniver Anjeli/Inpalas)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....