Dari 106 Dapur SPPG di Babel, Mengalir Uang Rp3,9 miliar per Hari
- 17 Apr 2026 17:09 WIB
- Sungailiat
Poin Utama
- Program MBG di Babel
RRI.CO.ID, Pangkalpinang- Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan dari 106 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengalir uang Rp3,9 miliar ke masyarakat.
“Dengan 106 itu setiap hari uang dari pemerintah mengalir ke seluruh masyarakat, seluruh SPPG di Provinsi Bangka Belitung ini Rp3,9 miliar setiap hari,” kata Wakil Kepala BGN RI, Irjen Pol (Purn) Sony Sonjaya, Jumat 17 April 2026.
Sonny menjelaskan, saat ini sudah ada 4.747 masyarakat yang bekerja pada SPPG tersebut. Pekerja itu kata dia, setiap hari mendapatkan Rp474 juta rupiah untuk seluruh relawan.
“Ini artinya uang mengalir masuk ke relawan rata-rata minimal Rp100 ribu per orang per hari itu dibawa pulang untuk kebutuhan makan, kebutuhan keluarganya. Ini artinya uang mengalir dan ini yang membuat perekonomian berputar,” ucapnya.
| Baca juga: SPPG Menambah Dua Dapur di Belitung Timur |
Bahkan untuk bahan pokok, lanjut dia, Rp2,4 miliar setiap hari uang mengalir. Rp2,4 miliar itu uang mengalir dari pemerintah pusat masuk ke SPPG-SPPG di berbagai desa di seluruh Provinsi Bangka Belitung ini.
“(Uang itu) mengalir ke mana? Mengalir ke tukang beras, tukang sayur, tukang telur, tukang ikan, tukang buah. Ini mengalir kepada mereka, ini uang yang dialirkan dari pemerintah. Inilah yang kemudian memutarkan roda perekonomian di tingkat daerah sehingga membuat perekonomian Indonesia menjadi lebih kuat,” ucapnya.
Ia menambahkan, berdasarkan survei program MBG 65 persen masyarakat Indonesia mengatakan program MBG diperlukan.
“Jadi oleh karena itu kami datang ke sini untuk sama-sama saling mengingatkan ayo kita laksanakan program MBG secara optimal, secara optimal tujuannya apa, pelaksananya bagaimana. Terjadi beberapa kesalahan teknis di lapangan itu akan dimitigasi dan langkah mitigasi ini step by step meningkatkan kualitas pelaksanaan program MBG,” ujarnya.
Gubernur Babel, diwakili Asisten I, Tarmin mengatakan, Program MBG ini adalah langkah strategi untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif. Agar berdampak maksimal, program ini harus dijalankan secara terpadu dan berkelanjutan.
Ia menambahkan, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) merupakan ujung tombak lapangan. Peran pengawas, tenaga lapangan, dan mitra sangat krusial dalam memastikan program berjalan sesuai rencana.
“Melalui rapat konsolidasi ini, kita perlu menyamakan persepsi dan memperkuat sinergi antara pemerintah, BGN, serta seluruh pemangku kepentingan. Selain kolaborasi, aspek pengawasan dan akuntabilitas harus dijaga ketat. Setiap tahapan harus dapat dipertanggungjawabkan agar program tetap tepat sasaran dan berkualitas,” kata Tarmin.
Ia mengajak seluruh pihak menjadikan program ini sebagai gerakan bersama. Dengan komitmen yang kuat, ia yakin program ini akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung serta menyiapkan generasi masa depan yang unggul dan berdaya saing.
“Semoga ikhtiar ini membantu menyiapkan generasi masa depan yang lebih sehat dan berkualitas, sebagai kunci menuju daerah yang maju dan berdaya saing,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....