Ribuan Penerima Sasaran Terdampak Belum Masuk Dana MBG Pemali
- 08 Jun 2026 23:44 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat - Ribuan penerima manfaat Program MBG di Kabupaten Bangka belum menerima layanan makanan bergizi untuk sementara waktu. Layanan berhenti menyusul terhentinya operasional sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Penghentian sementara operasional terjadi karena dana operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN) belum ditransfer ke sejumlah pengelola SPPG.
Sekretaris Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Bangka, Vini Awilia, mengatakan kondisi ini tidak hanya terjadi di Kabupaten Bangka, melainkan juga dialami sejumlah SPPG di berbagai daerah di Indonesia.
“Tidak hanya terjadi di SPPG Kabupaten Bangka, tetapi seluruh Indonesia yang mengalami keterlambatan pentransferan dana dari pusat,” kata Vini, Senin, 8 Juni 2026.
Menurutnya, berdasarkan arahan dari BGN, operasional SPPG harus dihentikan sementara karena yayasan pengelola tidak diperbolehkan menalangi biaya operasional selama dana dari pusat belum diterima.
Vini menjelaskan, penghentian sementara ini berdampak pada penyaluran MBG kepada seluruh penerima manfaat, mulai dari peserta didik jenjang PAUD, TK, SD, SMP, SMA/SMK hingga santri di pesantren. Selain itu, balita, ibu hamil, ibu menyusui, serta guru dan tenaga kependidikan yang selama ini menerima manfaat program tersebut juga ikut terdampak.
Meski demikian, ia memastikan layanan MBG akan kembali berjalan setelah dana operasional diterima oleh masing-masing SPPG.
"Untuk sementara sambil menunggu transferan dari pusat. Mudah-mudahan hari ini masuk transferan, besok mereka bisa beroperasi lagi. Semua tergantung dari pusat, bukan dari pimpinan yayasan,” ucap Vini.
Sementara, Ketua Yayasan Same-same Berkah selaku pengelola dan penanggung jawab operasional dapur SPPG Pemali, Kwartanto, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh penerima manfaat atas terhentinya distribusi MBG dalam beberapa hari terakhir.
“Pertama-tama kami ingin mengucapkan permintaan maaf kepada seluruh penerima manfaat karena memang dalam beberapa hari ini operasional SPPG Pemali tidak dapat kami distribusikan karena anggaran dari pusat belum turun,” ujarnya.
Kwartanto mengungkapkan, pihak yayasan sebenarnya siap membantu menalangi biaya operasional dapur agar pelayanan tetap berjalan. Namun, aturan dari BGN tidak memperbolehkan yayasan menggunakan dana talangan untuk membiayai operasional SPPG.
“Kami tidak bermasalah untuk meng-back up operasional dapur, tetapi aturan dari pusat tidak mengizinkan kami melakukan back up dana,” katanya.
Ia berharap dana operasional segera dicairkan agar pelayanan MBG dapat kembali diberikan kepada masyarakat. Menurutnya, terdapat beberapa SPPG yang telah menerima transfer dana sehingga tetap beroperasi normal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....