Seniman Sumenep Hidupkan Makna Perempuan Tanda

  • 31 Jul 2026 05:19 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, SUMENEP – Koreografer, penari, sekaligus founder Net Project, Sri Cicik Handayani, terus memperkenalkan kekayaan budaya Sumenep melalui riset dan karya tari kontemporer. Perempuan asal Sumenep itu menaruh perhatian khusus pada eksistensi perempuan tanda, sosok penyanyi sekaligus penari dalam kesenian tayub khas Sumenep yang dinilainya memiliki makna lebih dalam daripada sekadar seni pertunjukan.

Dalam dialog di Pro 2 RRI Sumenep, Sri Cicik menjelaskan bahwa ketertarikannya terhadap seni telah tumbuh sejak kecil karena dibesarkan di lingkungan keluarga pelaku seni topeng. Pengalaman tersebut mendorongnya menempuh pendidikan seni di Surabaya hingga Solo untuk memperluas wawasan mengenai tari tradisi dan kontemporer.

"Saya merasa ketika belajar di luar Madura, ternyata dunia tari sangat luas. Dari situ saya menyadari bahwa saya masih harus terus belajar, tetapi akar tradisi Sumenep tetap menjadi pijakan dalam setiap karya," ujar Sri Cicik.

Menurut alumnus Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta itu, pendidikan seni membuatnya memahami bahwa tradisi bukanlah sesuatu yang membatasi kreativitas. Sebaliknya, tradisi menjadi fondasi untuk melahirkan karya-karya baru yang relevan dengan perkembangan zaman.

Ia mengaku sempat merasa telah menguasai tari topeng saat masih berada di Sumenep. Namun, setelah menempuh pendidikan di Surabaya, ia menemukan beragam genre tari dari berbagai daerah yang membuka perspektif baru mengenai seni pertunjukan.

Pengalaman tersebut berlanjut ketika melanjutkan studi di Solo. Di sana, Sri Cicik mulai mendalami tari kontemporer dan berbagai pendekatan eksperimental tanpa harus meninggalkan identitas budaya daerah asalnya.

"Sebagai seniman, kita harus berani bereksperimen. Eksperimen itu bukan berarti membuang akar tradisi, justru menjadi cara untuk mengembangkan dan memaknainya kembali," katanya.

Sejak 2021, Sri Cicik aktif melakukan riset mengenai budaya Sumenep, terutama tentang perempuan tanda. Penelitian itu berangkat dari pertanyaan mengenai posisi perempuan tanda dalam ekosistem budaya masyarakat Madura, khususnya di Kabupaten Sumenep.

Hasil risetnya menunjukkan bahwa perempuan tanda pada masa lalu tidak hanya berperan sebagai penghibur, melainkan memiliki fungsi penting dalam ritual rokat atau tradisi tolak bala yang hidup di tengah masyarakat.

"Perempuan tanda pada awalnya bukan hanya untuk hiburan. Mereka hadir sebagai medium rokat. Karena itu, untuk memahami maknanya, kita harus kembali melihat realitas dan fungsi awal perempuan tanda dalam budaya Sumenep," jelasnya.

Sri Cicik menerangkan bahwa istilah "tanda" di Sumenep memiliki makna yang berbeda dengan daerah lain. Selain merujuk kepada perempuan penyanyi dan penari, istilah tersebut juga digunakan untuk menyebut keseluruhan kesenian tayub. Menurutnya, hal itu menunjukkan kuatnya posisi perempuan tanda dalam tradisi masyarakat Sumenep.

Temuan-temuan tersebut kemudian menjadi dasar penciptaan sejumlah karya tari yang dibaginya ke dalam dua trilogi. Trilogi pertama mengangkat kompleksitas perempuan tanda dalam ekosistem kesenian, sedangkan trilogi kedua mengeksplorasi pengalaman perempuan tanda sebagai perempuan yang hidup di ruang pertunjukan.

Melalui Net Project yang didirikannya, Sri Cicik juga mengajak para seniman dari berbagai daerah untuk mengenal budaya Madura secara langsung melalui riset, kolaborasi, dan penciptaan karya. Upaya itu dilakukan agar kekayaan budaya Sumenep semakin dikenal sekaligus mengikis stereotip negatif terhadap masyarakat Madura.

"Saya tetap berkarya dengan seni dan lokalitas saya. Semua pencarian selama ini bermuara pada bagaimana budaya Sumenep dapat terus hidup dan berkembang melalui karya-karya yang saya ciptakan," tuturnya.

Sri Cicik berharap semakin banyak generasi muda Sumenep yang berani menempuh pendidikan seni dan mengembangkan budaya daerahnya. Menurutnya, seni tidak hanya menjadi ruang ekspresi, tetapi juga sarana menjaga identitas budaya agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....