Halo RRI: Warga Giliyang Minta Ikon Wisata Oksigen Diperjelas

  • 15 Jul 2026 13:36 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep Warga Pulau Giliyang, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, berharap Pemerintah Kabupaten Sumenep memperjelas ikon wisata kesehatan atau wisata oksigen yang selama ini menjadi identitas pulau tersebut.

Harapan itu disampaikan Ahyak, warga sekaligus pegiat Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Giliyang, saat menyampaikan aspirasinya dalam program interaktif Halo RRI, pada Rabu 15 Juli 2026. Menurutnya, branding wisata kesehatan Giliyang dinilai semakin melemah karena belum didukung ikon maupun fasilitas yang benar-benar merepresentasikan wisata oksigen.

Ahyak mengatakan, selama ini yang berkembang justru destinasi penunjang seperti Pantai Ropet, Batu Cangga, dan objek wisata lainnya. Sementara ikon utama wisata kesehatan yang menjadi daya tarik Pulau Giliyang dinilai belum terlihat secara nyata.

Ia berharap pemerintah menetapkan titik atau lokasi yang menjadi ikon wisata oksigen sekaligus melengkapinya dengan fasilitas pendukung sehingga wisatawan tidak hanya datang untuk berekreasi, tetapi juga benar-benar merasakan manfaat wisata kesehatan yang menjadi keunggulan Pulau Giliyang.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Pariwisata Disbudporapar Kabupaten Sumenep, Andrie Zulkarnain, menjelaskan pengembangan wisata kesehatan Pulau Giliyang telah masuk dalam roadmap pemerintah daerah.

Menurut Andrie, wisata kesehatan merupakan destinasi yang memiliki karakteristik khusus sehingga pengembangannya memerlukan dukungan infrastruktur dan konsep yang berbeda dengan destinasi wisata pada umumnya.

Disbudporapar, kata dia, berencana meningkatkan infrastruktur di sejumlah titik yang memiliki kadar oksigen tinggi. Rencana tersebut meliputi pembangunan gazebo, kawasan glamping, hingga penataan lokasi agar wisatawan dapat menikmati udara beroksigen tinggi dengan lebih nyaman.

"Pengembangan infrastruktur tersebut kami targetkan mulai direalisasikan pada 2027. Jika memungkinkan, sebagian program dapat dimulai lebih awal pada semester pertama," ujar Andrie.

Selain pembangunan fisik, Disbudporapar juga akan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) masyarakat melalui pendampingan dan pelatihan bekerja sama dengan pendamping desa wisata. Langkah itu dilakukan agar pengembangan destinasi berjalan seiring dengan kesiapan masyarakat sebagai pelaku wisata.

Terkait permintaan penetapan ikon wisata kesehatan, Andrie menjelaskan saat ini telah terdapat titik pengambilan sampel kadar oksigen yang menjadi lokasi utama. Ke depan, kawasan tersebut akan dilengkapi dengan spot foto, gazebo, maupun area glamping sehingga menjadi ikon baru wisata kesehatan Pulau Giliyang sekaligus memperkuat daya tarik bagi wisatawan.

"Pengembangan tersebut diharapkan semakin mengukuhkan Pulau Giliyang sebagai destinasi wisata kesehatan unggulan Kabupaten Sumenep yang dikenal memiliki salah satu kadar oksigen terbaik di Indonesia." katanya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....