Warisan Tari Topeng di Desa Semaan Hidup dari Rumah ke Generasi Muda
- 29 Jun 2026 10:44 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep-Di Desa Semaan, Kecamatan Dasuk, tradisi tari topeng tetap hidup dan berkembang melalui pewarisan secara turun-temurun. Kesenian ini tidak dipelajari di sanggar tari formal, melainkan diwariskan langsung dari orang tua kepada anak-anak di lingkungan keluarga. Tradisi tersebut membuat tari topeng tetap lestari sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat setempat.
Bagi warga Desa Semaan, belajar menari bukanlah sesuatu yang direncanakan melalui kelas khusus. Anak-anak tumbuh dengan menyaksikan orang tua, saudara, atau tetangganya menari, kemudian menirukan gerakan demi gerakan hingga mahir. Proses belajar berlangsung secara alami dari rumah ke rumah, menjadikan tari topeng sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Salah satu penari cilik adalah Uud, siswa SDN 1 Desa Semaan, Senin 29 juni 2026, mengaku belajar menari sejak duduk di kelas tiga sekolah dasar. Ia menjadi satu dari empat siswa di sekolahnya yang aktif mempelajari tari topeng.
“Saya senang belajar ini, karena lingkungan keluarga dan masyarakat juga sering sering menari tarian topeng ini,” katanya.
Keahlian Uud semakin terasah karena rumah dan lokasi sekolahnya berada berdampingan dengan Warung Pokdarwis Loteng, Desa Semaan. Setiap kali ada tamu dari luar daerah yang datang untuk mengunjungi desa wisata, Uud kerap diminta menampilkan tari topeng. Dengan penuh percaya diri, ia memperagakan gerakan tari yang telah ditekuninya sejak kecil.
“Kalau ada tamu sering kami di panggil untuk menari. Jadi sudah tidak canggung lagi,” katanya menambahkan.
Ketua Pokdarwis Loteng, Narto, membenarkan bahwa pembelajaran tari topeng di wilayahnya memang dilakukan secara turun-temurun. Menurutnya, masyarakat tidak bergantung pada sanggar tari karena hampir setiap keluarga memiliki anggota yang memahami seni tari tersebut.
“Memang sudah seperti itu, karena biasanya saudara dan orang tuanya juga tahu menari,” ujar Narto.
Jenis tari topeng yang ditampilkan bernama Tari Komala. Tari yang biasa diperagakan sebagai bagian dari penyambutan tamu yang berkunjung. Kesenian itu menjadi wajah budaya desa sekaligus memperlihatkan bahwa pelestarian tradisi tidak selalu membutuhkan fasilitas khusus. Berkat semangat masyarakat yang terus mewariskan ilmu kepada generasi muda, tari topeng tetap hidup dan menjadi kebanggaan Desa Semaan hingga kini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....