Gelang RFID Resmi Diberlakukan di Jalur Pendakian
- 04 Jun 2025 11:32 WIB
- Sumenep
KBRN, Sumenep: Kegiatan mendaki gunung di Indonesia selalu menjadi daya tarik bagi para pecinta alam. Keindahan pemandangan, udara segar, hingga tantangan medan membuat aktivitas ini digemari oleh berbagai kalangan.
Namun, di balik pesona alam tersebut, aktivitas pendakian juga menyimpan risiko. Tidak sedikit kasus pendaki yang tersesat, mengalami kecelakaan, atau bahkan kehilangan nyawa di tengah jalur pendakian.
Untuk mengantisipasi hal ini, pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melakukan inovasi berupa pemberian gelang RFID bagi para pendaki. RFID atau Radio Frequency Identification adalah teknologi pelacakan yang memanfaatkan gelombang radio untuk membaca dan merekam data dari sebuah alat kecil yang disebut tag atau gelang. Inovasi ini mulai diterapkan di beberapa jalur pendakian di Indonesia, salah satunya di Gunung Merbabu melalui jalur Selo, Boyolali.
Setiap kelompok pendaki yang telah melakukan reservasi online akan dibekali gelang RFID sebelum memulai pendakian. Gelang ini nantinya akan terdeteksi oleh alat pemindai (scanner) yang dipasang di beberapa titik jalur pendakian. Dengan begitu, posisi para pendaki bisa dipantau secara berkala. Jika terjadi insiden seperti pendaki tersesat, terjatuh, atau tidak kembali sesuai jadwal, petugas bisa langsung mengetahui posisi terakhir mereka dan segera melakukan tindakan.
Program ini mendapat perhatian langsung dari Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni. Dalam kunjungannya ke Gunung Merbabu beberapa waktu lalu, beliau menyampaikan bahwa upaya ini merupakan bagian dari campaign "Zero Waste Zero Accident" di kawasan konservasi. Selain menjaga kelestarian lingkungan, keselamatan pendaki juga menjadi prioritas utama dalam pengelolaan taman nasional.
“Pendakian ini bukan sekadar perjalanan alam, tapi juga kampanye untuk pendakian yang aman dan bertanggung jawab: Zero Waste, Zero Accident. Lewat sistem RFID, kuota pendaki, dan edukasi pelestarian, kita dorong perubahan tata kelola taman nasional jadi makin baik.” ujar Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni.
Selain aspek keamanan, data yang terkumpul dari gelang RFID ini juga bisa dimanfaatkan untuk menganalisis pola pergerakan pendaki, kepadatan jalur, hingga kebutuhan fasilitas di area tertentu. Hal ini tentunya akan sangat berguna bagi pengelola taman nasional dalam mengambil kebijakan perbaikan dan pengembangan jalur pendakian di masa mendatang.
Kehadiran gelang RFID diharapkan bisa menjadi standar baru dalam aktivitas pendakian gunung di Indonesia. Tidak hanya sebagai alat bantu pelacakan, tetapi juga sebagai bentuk edukasi kepada pendaki tentang pentingnya keselamatan dan disiplin selama berada di alam bebas.
Ke depan, teknologi ini direncanakan akan diterapkan di lebih banyak jalur pendakian di Indonesia, demi menciptakan kegiatan wisata alam yang lebih aman, tertib, dan ramah lingkungan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....