Pangeran Madura dalam Festival Merti Karuna Bumi
- 17 Mei 2025 18:16 WIB
- Sumenep
KBRN, Sumenep: Suasana kebersamaan dan persaudaraan yang hangat menyelimuti Festival Merti Karuna Bumi di Magelang, Jawa Tengah. yang diselenggarakan di Magelang, 11 Mei 2025 lalu.
Acara tahunan saat itu terasa istimewa dengan kehadiran sejumlah putra wayah Madura. Karena semakin mempererat jalinan silaturahmi antar berbagai entitas budaya dan kerajaan di Nusantara. Kehadiran para tokoh terhormat ini tidak hanya menjadi simbol persatuan, tetapi juga memperkaya dialog antar peradaban yang menjadi ruh dari festival ini.
Deretan Yang Mulia yang hadir antara lain KPP. Agus Suryoadikusumo, RP. Salman Dungmoso, KPA. M. Cholil Suroadikusumo, KΡΑ. M. Rahmatulla A Condro Adikoro, RTH. Jamal Mangunkusumo, KPA. M. Wazirul Jihad Noto Adikoro, KRP. Sony Budiharto, Ir. Yuni Cheriyati, RP. Iskandar Ahadiyat, serta Hj. Nurul Annisjah, S. Pd. Kehadiran mereka di tengah acara yang berfokus pada nilai-nilai luhur seperti cinta kasih (metta) dan belas kasih (karuna) ini, mengirimkan pesan kuat tentang pentingnya harmoni dan persatuan dalam keberagaman.
Partisipasi aktif mereka dalam ritual dan diskusi budaya di festival ini semakin menegaskan komitmen untuk merajut kembali tali persaudaraan dalam skala nasional, melampaui batas-batas geografis dan keyakinan. Dalam konteks lanskap nasional, kebangkitan identitas kultural Dinasti Madura, yang terutama berakar dari Kesultanan Bangkalan dan Keratuan Sembilangan, merupakan sebuah fenomena yang menarik dan relevan.
Di tengah arus modernisasi dan gelombang sentralisasi yang terkadang mengikis kekhasan lokal, upaya gigih untuk mempertahankan dan merevitalisasi warisan identitas menjadi semakin krusial. Meskipun tidak lagi memiliki kekuasaan politik formal seperti di masa lampau, Dinasti Madura menunjukkan bahwa pengaruh kultural, spiritual, dan edukatif memiliki resonansi dan kekuatan tersendiri dalam membentuk narasi kebangsaan.
Melalui partisipasi yang aktif dan konstruktif dalam berbagai forum budaya tingkat nasional, seperti Borobudur Peace & Prosperity Festival dan kini Festival Merti Karuna Bumi, para tokoh Dinasti Madura menegaskan peran historis dan kontemporer mereka sebagai penjaga tradisi yang adiluhung, sekaligus menjadi agen perubahan sosial melalui jalur diplomasi budaya yang santun dan bermartabat. Langkah strategis ini bukan hanya memiliki arti penting bagi pelestarian khazanah budaya masyarakat Madura, tetapi juga secara signifikan memperkaya mozaik keragaman budaya Indonesia secara keseluruhan.
Kehadiran dan kontribusi mereka mengingatkan kita semua bahwa kekuatan sejati sebuah bangsa terletak pada harmoni yang tercipta dari berbagai identitas kultural yang saling menghormati, melengkapi, dan berkolaborasi demi kemajuan bersama. Sinergi antara kearifan lokal dan semangat nasionalisme menjadi fondasi yang kokoh bagi masa depan Indonesia yang inklusif dan berbudaya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....