Lomba Dayung Sampan di Pantai Aloha Saat Libur Lebaran Pulau Saur
- 02 Apr 2025 14:48 WIB
- Sumenep
KBRN, Sumenep: Suasana Pantai Aloha, Pulau Saur, Kecamatan Sapeken, kembali semarak dengan perhelatan lomba dayung sampan tradisional yang digelar saat libur Lebaran Idulfitri. Acara tahunan ini selalu menarik antusiasme tinggi dari masyarakat setempat, menjadikannya lebih dari sekadar perlombaan, melainkan juga ajang mempererat tali silaturahmi.
Puluhan peserta dari berbagai penjuru Pulau Saur ambil bagian dalam perlombaan ini, beradu kecepatan dan ketangkasan mengendalikan sampan di perairan sekitar pantai. Kepala Desa Saur, H. Marjuni, mengungkapkan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut, menilai bahwa tradisi ini memiliki peran penting dalam menjaga keharmonisan sosial.
“Kegiatan ini sangat positif karena menjadi media silaturahmi dan memperkuat kerukunan antarwarga. Saya berharap tradisi ini terus terjaga dan semakin berkembang ke depannya,” ujar Marjuni, Rabu (2/4/2025).
Menariknya, tahun ini lomba dayung sampan mendapat dukungan penuh dari Remaja Masjid (Remas) sebagai panitia penyelenggara. Peran aktif generasi muda ini menunjukkan semangat mereka dalam melestarikan budaya lokal sekaligus meningkatkan keterlibatan komunitas dalam acara kebersamaan.
Selain lomba dayung sampan, Pantai Aloha juga menjadi pusat berbagai kegiatan menarik lainnya. Anak-anak usia sekolah dasar dapat mengikuti lomba bola joget dan lari karung, sementara remaja dan dewasa disuguhi kompetisi panco, tarik tambang, serta sejumlah permainan tradisional lainnya.
Tidak hanya menghadirkan keseruan, acara ini juga berdampak positif bagi perekonomian masyarakat. Selama tujuh hari ke depan, puluhan stand warung akan meramaikan kawasan pantai, menawarkan beragam kuliner dan produk lokal bagi para pengunjung.
H. Marjuni berharap agar kegiatan ini terus berkembang dan semakin banyak masyarakat yang turut berpartisipasi di tahun-tahun mendatang. “Semoga tahun depan lebih meriah lagi. Ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga bentuk kekompakan dan kebersamaan kita semua,” pungkasnya.
Tradisi yang terus hidup ini menjadi bukti bagaimana budaya lokal dapat menjadi sarana pemersatu masyarakat, sekaligus menghidupkan kembali semangat gotong royong dalam kehidupan sehari-hari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....