Anak Muda dan Validasi Barang Branded di Era Digital
- 11 Agt 2026 04:03 WIB
- Sumenep
Anak Muda dan Validasi Barang Branded di Era Digital
SUMENEP, RRI.CO.ID – Dialog Pro 2 Jaga Malam Komunitas yang digelar Senin, 10 Agustus 2026, mengangkat topik yang dekat dengan kehidupan anak muda, yakni “Apakah Anak Muda Butuh Validasi Barang Branded untuk Jati Diri?”. Pembahasan tersebut menjadi ruang untuk melihat fenomena gaya hidup anak muda di tengah perkembangan tren dan media sosial.
Dialog menghadirkan Dita Nurmaulidia Rizal dan Srifatul Jannah, mahasiswa Universitas PGRI (UPI) Sumenep, sebagai narasumber. Keduanya membahas fenomena penggunaan barang bermerek di kalangan generasi muda, termasuk alasan seseorang memilih produk branded dalam kehidupan sehari-hari.
Penggunaan barang bermerek tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan, tetapi dalam situasi tertentu juga dapat menjadi bagian dari gaya hidup. Tren yang berkembang di media sosial turut mendorong anak muda untuk mengikuti pilihan fesyen maupun produk yang sedang populer di lingkungan pergaulan.
Dalam dialog tersebut, dibahas pula kaitan penggunaan barang branded dengan kepercayaan diri. Bagi sebagian anak muda, mengenakan atau memiliki produk bermerek dapat memberikan rasa percaya diri sekaligus menjadi cara untuk menunjukkan identitas di tengah lingkungan sosialnya.
Namun, kebutuhan untuk mendapatkan pengakuan dari orang lain juga menjadi perhatian. Dorongan untuk terlihat mengikuti tren dapat membuat seseorang menjadikan merek dan harga barang sebagai ukuran status sosial maupun penerimaan dalam pergaulan.
Melalui Jaga Malam Komunitas, pendengar diajak melihat kembali makna jati diri di tengah derasnya pengaruh media sosial dan tren gaya hidup. Jati diri dinilai tidak semestinya ditentukan oleh merek atau harga barang yang dimiliki, melainkan oleh karakter dan nilai positif yang dibangun dalam diri.
Anak muda diharapkan mampu menumbuhkan kepercayaan diri melalui prestasi, kreativitas, kemampuan, serta karakter yang dimiliki. Dengan demikian, generasi muda dapat lebih bijak menyikapi tren dan tidak mudah terjebak pada kebutuhan mendapatkan validasi dari orang lain melalui barang yang dikenakan atau dimiliki.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....