Menempa Regenerasi Empu Keris

  • 08 Jul 2025 11:17 WIB
  •  Sumenep

KBRN, Sumenep: Keris bukan sekadar senjata pusaka. Ia adalah simbol filosofi, spiritualitas, dan kearifan lokal yang telah mengakar kuat dalam peradaban Nusantara, khususnya di Kabupaten Sumenep, Madura.

Di balik lekuk bilahnya yang rumit, tersembunyi warisan budaya yang membutuhkan perhatian lebih dari generasi masa kini.

Sayangnya, eksistensi keris kini menghadapi tantangan serius, terutama karena minimnya regenerasi empu dan keterlibatan generasi muda.

Sumenep dikenal sebagai daerah dengan empu keris terbangak di dunia, namun mengenai regenari tentu belum berbendinh lurus.

Profesi ini sulit menjadi pilihan utama sebagai pendapatan tetap karena dianggap kurang menjanjikan secara ekonomi dan membutuhkan waktu panjang untuk menguasai ilmunya. Tanpa regenerasi, keahlian membuat keris terancam punah.

Pemerintah daerah sebenarnya telah menunjukkan kepedulian melalui berbagai program pelatihan dan festival budaya.

Namun, itu saja tidak cukup. Diperlukan strategi yang lebih terarah untuk menghubungkan dunia keris dengan minat dan semangat anak muda masa kini.

Misalnya, dengan memadukan pembuatan keris ke dalam pendidikan vokasional, atau melibatkan komunitas kreatif lokal dalam promosi digital, dokumentasi visual, hingga pengembangan produk turunannya.

Anak muda Sumenep memiliki potensi besar sebagai agen pelestarian budaya. Kecintaan mereka terhadap teknologi dan media sosial bisa menjadi jembatan untuk mengenalkan keris ke publik yang lebih luas, bahkan ke pasar global. Yang diperlukan hanyalah dorongan dan wadah yang tepat, serta narasi baru yang relevan dengan zaman.

Pelestarian keris bukan soal romantisme masa lalu, melainkan investasi budaya masa depan. Jika tidak dimulai dari sekarang, kita akan kehilangan lebih dari sekadar benda pusaka, kita akan kehilangan identitas.

Rekomendasi Berita