Suporter Diminta Terus Berbenah, Larangan Hadir di Stadion Perlu Selektif
- 29 Agt 2026 11:16 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Pengamat sepak bola, Bung Kusnaeni, menilai penerapan larangan suporter menghadiri pertandingan secara selektif dapat menjadi bagian dari proses edukasi bagi kelompok pendukung klub di Indonesia. Menurutnya, kebijakan yang lebih selektif dapat mendorong kelompok suporter yang selama ini belum mampu menunjukkan perilaku suportif untuk melakukan perbaikan.
“Dengan adanya larangan yang lebih selektif yang selalu saya sampaikan dalam berbagai kesempatan, kelompok-kelompok suporter yang selama ini belum mampu memposisikan diri sebagai kelompok pendukung yang suportif akan belajar untuk memperbaiki diri. Dan itu kan sedang terjadi prosesnya,” kata Kusnaeni, Sabtu 29Agustus 2026.
Ia menilai, saat ini sudah terdapat sejumlah kelompok suporter dari berbagai klub yang berupaya memperbaiki perilaku dan memberikan dukungan dengan cara yang lebih positif. Upaya tersebut, antara lain dengan menghindari tindakan anarkis serta memberikan sambutan dan perlakuan yang baik kepada suporter tim tamu yang datang mendukung klub kesayangannya.
“Di berbagai klub itu banyak kelompok suporter yang berusaha memperbaiki diri. Berusaha memberikan dukungan dengan cara yang lebih suportif. Menghindarkan diri dari perilaku anarkis. Memberikan perlakuan yang baik kepada pendukung dari tim tamu yang ikut datang mendukung timnya,” ujarnya.
Kusnaeni menilai perubahan positif yang dilakukan kelompok suporter tersebut perlu mendapatkan apresiasi. Menurutnya, perlakuan yang sama antara kelompok suporter yang sudah berbenah dengan kelompok yang masih melakukan pelanggaran justru dapat mengurangi efektivitas proses edukasi.
“Beberapa kelompok suporter sudah melakukan itu dengan sangat serius, berjuang. Tapi selama ini diperlakukan sama saja dengan kelompok suporter yang tidak bisa memperbaiki diri, akhirnya efek edukasinya menjadi minimal,” ucapnya.
Karena itu, ia meyakini penerapan aturan secara lebih selektif dapat menjadi stimulus bagi kelompok suporter lainnya untuk berbenah. Suporter yang mampu menunjukkan sikap positif akan memiliki kesempatan memperoleh perlakuan yang lebih baik dari federasi.
“Nah sekarang dengan pemberlakuan yang lebih selektif saya yakin kelompok-kelompok suporter yang tadinya kurang tertarik untuk memperbaiki diri, sekarang jadi tertantang untuk memperbaiki diri. Karena kalau bisa menjadi pendukung yang suportif, terbukti juga mendapatkan perlakuan yang positif dari federasi. Boleh mendukung tim kesayangannya. Tidak hanya saat home, tapi juga saat away,” ujarnyamengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....