Sanksi Suporter Tamu Dicabut, Kusnaeni Dorong Penerapan Larangan Secara Selektif
- 25 Agt 2026 20:30 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Pencabutan sanksi FIFA terkait larangan kehadiran suporter tim tamu mendapat respons positif dari pengamat sepak bola, M. Kusnaeni. Kebijakan tersebut dinilai dapat menjadi langkah menuju penerapan aturan yang lebih adil dalam penyelenggaraan kompetisi sepak bola nasional.
Pria yang akrab disapa Bung Kus ini menilai larangan suporter tamu seharusnya tidak diterapkan secara menyeluruh kepada seluruh kelompok suporter. Menurutnya, keputusan terkait pembatasan suporter memang menjadi kewenangan federasi dengan mempertimbangkan rekomendasi dan aspek keamanan.
Ia menegaskan, penerapan larangan secara kolektif justru berpotensi merugikan kelompok suporter yang selama ini berupaya membangun budaya dukungan yang positif. “Larangan supporter itu tidak boleh diberlakukan secara general. Tidak boleh dilakukan secara kolektif, harus dilakukan secara selektif,” katanya, Selasa 25 Agustus 2026.
Menurutnya, tidak semua kelompok suporter memiliki persoalan yang sama. Sebagian kelompok justru telah berusaha memperbaiki perilaku dan memberikan dukungan secara tertib kepada tim kesayangannya.
Dirinya menilai kelompok suporter yang mampu menjaga ketertiban semestinya tidak disamakan dengan kelompok yang dinilai belum mampu mengendalikan perilakunya. “Ini memberikan ketidakadilan bagi kelompok supporter yang berusaha memperbaiki diri, bagi kelompok supporter yang berusaha menjadi pendukung yang supportif,” ujarnya.
Ia menambahkan, penerapan larangan secara menyeluruh juga dapat menghilangkan fungsi edukasi dalam pembinaan suporter. Sebaliknya, sanksi yang diberikan secara selektif dinilai dapat menjadi instrumen untuk mendorong kelompok suporter memperbaiki perilaku.
“Kalau diberlakukan secara menyeluruh tanpa pandang bulu, diberlakukan sama, dilarang semuanya, itu tidak akan ada efek edukasi,” kata Kusnaeni.
Pencabutan sanksi FIFA terhadap suporter tamu diharapkan menjadi momentum bagi klub, suporter, federasi, dan aparat keamanan untuk membangun sistem pertandingan yang lebih aman sekaligus memberikan ruang bagi suporter dalam mendukung klubnya di kompetisi sepak bola Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....