Sanksi Suporter Tamu Dicabut, PSSI Serahkan Mekanisme ke Liga dan Klub

  • 08 Agt 2026 11:31 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Jakarta - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) memastikan sanksi pelarangan suporter tim tamu hadir langsung di pertandingan Super League telah dicabut. Keputusan tersebut membuka kembali peluang suporter klub tamu untuk memberikan dukungan langsung saat tim kesayangannya bertanding di kandang lawan.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengatakan, setelah sanksi dari FIFA dicabut, pengaturan mengenai kehadiran suporter tamu kini menjadi ranah Liga bersama klub peserta. Mekanisme tersebut diserahkan kepada pihak terkait dengan tetap memperhatikan kondisi dan karakteristik suporter masing-masing klub.

" Sudah jelas kita bicara kepada Liga (ileague) bahwa itu Liga bersama klub yang bisa menentukan seperti apa mekanisme supporter. Dari catatan FIFA kita sudah mendorong ada keterbukaan," kata Erick Thohir, Sabtu 8 Agustus 2026.

Meski demikian, Erick meminta kebijakan terkait kehadiran suporter tamu tidak hanya mempertimbangkan aspek pertandingan, tetapi juga keselamatan seluruh penonton. Menurutnya, dinamika kelompok suporter di setiap daerah harus menjadi pertimbangan utama sebelum klub dan Liga mengambil keputusan.

Erick menegaskan PSSI tidak ingin tragedi Kanjuruhan kembali terjadi. Keselamatan suporter harus menjadi prioritas agar setiap orang yang datang ke stadion dapat menyaksikan pertandingan dan kembali ke rumah dengan selamat.

"Kita tidak mau ada kejadian Kanjuruhan terulang lagi, yang dimana banyak supporter yang harus meninggalkan tentu orang tua dan lain-lainnya. Kita harus pastikan supporter pulang ke rumah dengan selamat," ujarnya.

Erick meminta Liga dan klub memahami kondisi suporter masing-masing sebelum menetapkan mekanisme kehadiran suporter tamu. Keputusan yang diambil harus mampu meminimalkan potensi konflik maupun risiko keselamatan selama pertandingan berlangsung.

PSSI juga mengingatkan klub dan Liga agar tidak mengambil kebijakan yang justru dapat membahayakan nyawa suporter. Selain persoalan keselamatan, pelanggaran terhadap aspek keamanan juga berpotensi menimbulkan konsekuensi berupa sanksi dari FIFA pada masa mendatang.

"Kita sudah lepas (dari sanksi FIFA), silakan mekanisme dari klub dan liga masing-masing mengatur konsekuensi daripada masing-masing pertandingan di liga tersebut," kata Erick.

Dengan dicabutnya sanksi tersebut, PSSI berharap momentum ini dapat menjadi bagian dari pembenahan tata kelola sepak bola nasional, khususnya dalam pengelolaan suporter. Kebebasan suporter untuk mendukung tim secara langsung harus berjalan beriringan dengan penerapan standar keamanan yang ketat demi menciptakan pertandingan Super League yang aman dan nyaman bagi semua pihak.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....