Adi Poday (Ayahanda Joko Tole, si Ahli Dzikir)

  • 23 Jul 2022 17:39 WIB
  •  Sumenep

KBRN, Sumenep: Adi Poday bernama Asli Pangeran Ario Baribin. Raja Sumenep ke-12 yang berkuasa pada tahun 1399-1415. Adi Poday adalah suami dari Raden Ayu Saini (Potrre Koneng). Dari keduanya mempunya seorang putra yang gagah perkasa Joko Tole (Pangeran Secodiningrat III), dan Agus Wedi.

Jejak pangeran Adi Poday, dapat terlihat jelas berada di desa Nyamplong, Kecamatan Gayam, Pulau Sapudi Sumenep. Untuk menuju lokasi, harus naik kapal ferry dari Pelabuhan Kalianget, menuju pelabuhan Gayam.

“Jalur laut sekitar 3 jam, dengan tarif sekitar Rp 43.000 per-orang,”kata Lutfan seorang warga, minggu (23/07/2022).

Dari Pelabuhan Gayam hanya butuh waktu sekitar 45 menit untuk tiba kel okasi. Dari simpang empat pasar ahad-tan belok kiri. Setelah itu lurus ikuti jalan raya, namun sedikit rusak karena aspalnya mengelupas.

“Simpang empat ngiri. Kalau ke kanan berarti menuju ayahnya, Panembahan Blingi,” imbuhnya.

Makam Adi Poday sendiri berada dalam sebuah bangunan paling utara. Di luar bangunan yang menaungi makam Adi Poday, terdapat aula kecil tempat para peziarah berbincang. Kemudian ada Masjid yang cukup besar yang biasa ditempati sholat berjamaah.

“ Peziarah akan ramai setiap hari jumat manis. Mulai kamis sore hingga jumat sore akan ramai 24 jam. Bahkan peziarah yang datang tidak hanya dari daratan Sumenep. Melainkan juga dari Jember, Situbondo, Bondwoso dan Banyuangi,” kata jurukinci makam, K.Moh Junaidi.

Bentuk pintu bangunan termasuk diasta Adipoday berbentuk persegi tiga. yang mengambarkan nilai relegius pulau sapudy setelah dipmiping Pengeran Adi Poday. Maklum, karena Adi Poday merupakan cucu dari Sayyid Ali Murtadla, yang masih saudara kandung Sunan Ampel Surabaya.

“Segi tiga itu artinya, syariat-hakikat- ma’rifat. Bisa juga mengambarkan Iman, Islam, ihsan. Kalau dalam diri manusia adaja Raga, Jiwa, dan Ruh,” simpelnya dengan penuh makna.

Dilokasi banyak pohon nyamplong, karena Adipoday memang ahli tapa dan dzikir. Hitungan dzikirnya mengunakan biji nyamplong sebagai tasbih. Sehingga dijadikan menjadi nama Desa Nyamplong.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....