KBRN, Sampang : Kabupaten Sampang, Madura Jawa Timur masuk zona merah dalam penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK). Hal itu disebabkan penyakit pada hewan ternak tersebut sudah menular pada seluruh 14 kecamatan.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertan KP) Kabupaten Sampang, Suyono menjelaskan meskipun wilayahnya masuk zona merah, pihaknya menyatakan tidak semua sapi warga di desa atau kampung ikut terpapar.
Berkenaan dengan kerentanan paparan PMK, Suyono menyampaikan sapi jenis limosin dan hasil cross atau silangan lebih rentan terpapar dibandingkan dengan sapi lokal.
"Jadi memang sapi lokal Madura ketahanannya lebih bagus," kata Suyono, Rabu (20/7/2022).
Jumlah populasi sapi di Sampang sendiri sebanyak 217.129 ekor. Dari angka tersebut, terdapat lima ribu lebih sapi yang terpapar PMK.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....