Belajar Batik di Rutan Sumenep, Anak TK Kenal Budaya dan Kreativitas

  • 07 Okt 2026 11:12 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Suasana berbeda terlihat di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sumenep. Sejumlah anak Taman Kanak-Kanak (TK) datang bukan untuk melihat kehidupan di balik jeruji, melainkan belajar mengenal salah satu warisan budaya Indonesia: batik.

Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk melihat secara langsung proses pembuatan batik melalui program pembinaan kemandirian Batik Catra yang dijalankan di Rutan Sumenep.

Dengan penuh rasa ingin tahu, anak-anak mengamati tahapan membatik yang membutuhkan ketelitian. Mereka juga diperkenalkan pada proses yang mengandalkan kesabaran dan kreativitas sebelum menghasilkan sebuah karya batik.

Pengalaman tersebut menjadi pembelajaran yang berbeda bagi anak-anak. Jika selama ini membatik mungkin hanya mereka kenal dari pakaian atau cerita di sekolah, kali ini mereka dapat melihat langsung bagaimana kain bermotif batik dibuat.

Kegiatan itu sekaligus memperkenalkan budaya membatik kepada generasi usia dini. Di sisi lain, kunjungan tersebut memperlihatkan bahwa kegiatan di dalam Rutan tidak hanya berkaitan dengan pengamanan dan pembinaan warga binaan, tetapi juga dapat bersentuhan dengan masyarakat melalui kegiatan edukatif.

Kepala Rutan Sumenep, Aditya Wahyu Rahmadani, mengatakan pihaknya menyambut positif kunjungan tersebut. Menurut dia, kegiatan seperti ini dapat menjadi cara untuk mengenalkan budaya membatik sekaligus memperlihatkan hasil pembinaan yang dilakukan di Rutan.

“Kami menyambut baik kegiatan ini karena anak-anak dapat belajar mengenal budaya membatik secara langsung sekaligus melihat sisi positif dari program pembinaan di Rutan,” ujar Aditya, Rabu, 7 Oktober 2026.

Ia berharap interaksi langsung dengan masyarakat dapat membantu mengubah pandangan terhadap Rutan dan lembaga pemasyarakatan.

Aditya mengatakan, Rutan tidak ingin hanya dikenal sebagai tempat yang identik dengan kesan menyeramkan. Sebaliknya, berbagai program pembinaan di dalamnya diharapkan dapat memberikan manfaat dan menjadi bagian dari kegiatan positif yang bisa diketahui masyarakat.

“Kami ingin mengubah stigma bahwa Rutan dan Lapas merupakan tempat yang menyeramkan menjadi wahana yang menyenangkan, edukatif, dan memberikan pengalaman positif bagi masyarakat,” katanya.

Melalui program Batik Catra, warga binaan tidak hanya mendapatkan keterampilan, tetapi juga memiliki ruang untuk mengembangkan kreativitas dan menghasilkan karya yang bernilai produktif.

Kunjungan anak-anak TK tersebut pun menjadi gambaran bahwa hasil pembinaan di Rutan dapat dikenalkan kepada masyarakat dengan cara yang lebih dekat dan edukatif.

Harapannya, masyarakat semakin memahami bahwa di balik tembok Rutan terdapat berbagai aktivitas pembinaan yang mendorong warga binaan untuk memiliki keterampilan dan menjadi lebih produktif.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....