Inflasi Tahunan Sumenep Tertinggi di Jawa Timur, Harga Emas Jadi Pemicu

  • 07 Okt 2026 11:19 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Kabupaten Sumenep mencatat inflasi tahunan sebesar 3,85 persen pada September 2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka tersebut menjadi yang tertinggi di Jawa Timur.

Kepala BPS Kabupaten Sumenep Handoyo Wijoyo mengatakan, meskipun berada di posisi tertinggi, inflasi tahunan Sumenep mengalami penurunan dibandingkan Agustus 2026 yang mencapai 3,99 persen.

"Inflasi tahunan September sebesar 3,85 persen, atau turun 0,14 poin persentase dibandingkan bulan sebelumnya," ujar Handoyo Wijoyo, Selasa 6 Oktober 2026.

Menurutnya, salah satu komoditas yang memberikan tekanan cukup besar terhadap inflasi tahunan adalah emas perhiasan. Dalam periode September 2025 hingga September 2026, harga emas perhiasan meningkat sekitar 22,06 persen.

Kenaikan harga emas tersebut memberikan andil sebesar 0,87 persen terhadap inflasi tahunan Sumenep dan menjadi komoditas dengan kontribusi terbesar dari kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya.

“Selain emas, tekanan inflasi tahunan juga berasal dari kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau yang memberikan andil sebesar 1,88 persen,” katanya

Komoditas yang berpengaruh antara lain daging sapi dengan andil 0,23 persen, serta minyak goreng, cabai rawit, dan beras yang masing-masing memberikan andil 0,20 persen.

Handoyo menjelaskan, inflasi tahunan Sumenep juga dipengaruhi kelompok Penyediaan Makanan dan Minuman atau Restoran dengan andil 0,35 persen.

Meski demikian, sejumlah komoditas mengalami penurunan harga dan ikut menahan laju inflasi, di antaranya bawang merah, telur ayam ras, cabai merah, terong, dan bawang putih.

“Perkembangan inflasi tersebut perlu menjadi perhatian karena berkaitan dengan daya beli masyarakat dan biaya hidup,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....