Pentingnya Menghindari Rasa Bangga dan Mengandalkan Amal Ibadah

  • 03 Okt 2026 11:03 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Konsistensi dalam beribadah sering kali diuji oleh perasaan bangga diri atau ujub. Ketika seseorang merasa selamat dan sukses di dunia maupun akhirat hanya karena tumpukan amal ibadahnya, ia rentan terjebak dalam perangkap muslihat setan.

Penyuluh Agama Islam Kantor Kemenag Kabupaten Sumenep, Ustadzah Wildiya Nushaifi menjelaskan bahwa perasaan merasa lebih baik dari orang lain menjadi pintu masuk munculnya sifat sombong yang merusak nilai ketaatan.

Sikap mengandalkan amal ibadah secara berlebihan juga dapat mengikis ketergantungan seorang hamba kepada Sang Pencipta. Padahal, tujuan utama penataan hidup dan pelaksanaan perintah agama adalah mendekatkan diri serta mengharapkan rahmat-Nya.

“Rasulullah SAW mengisyaratkan bahwa perjuangan dan dakwah sebesar apa pun tidak akan menjadi penukar tiket surga tanpa adanya kemurahan dari Allah SWT,” jelasnya, Sabtu, 3 Oktober 2026.

Prinsip pengharapan ini juga dicontohkan oleh ulama besar seperti Imam Syafi'i di akhir hayatnya. Meskipun menorehkan karya besar dan warisan mazhab yang luas, beliau tetap menggantungkan harapannya pada ampunan dan rahmat Allah ketimbang tumpukan amalnya. Beliau menyadari bahwa keagungan ampunan Ilahi jauh melebihi seluruh dosa maupun amal yang telah dikerjakan.

Ustadzah Wildiya mengharapkan bahwa masyarakat senantiasa meluruskan niat dalam menjalankan setiap perintah agama dan menjauhi larangan-Nya. Amal ibadah harus dikerjakan dengan sungguh-sungguh sebagai wujud penghambaan, seraya menyerahkan hasil akhirnya pada rahmat Allah SWT. Dengan demikian, keikhlasan dapat terjaga dan terhindar dari sikap sombong.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....