Produksi Garam Sumenep Capai 25 Ribu Ton, Masih Berpotensi Bertambah
- 02 Okt 2026 14:50 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Produksi garam rakyat di Kabupaten Sumenep hingga Agustus 2026 mencapai 25.285 ton. Dinas Perikanan Sumenep memperkirakan jumlah tersebut masih akan bertambah hingga musim produksi berakhir.
Analis Akuakultur Ahli Muda Dinas Perikanan Sumenep, Abdullah Haqiqi Hariyanto, mengatakan, petani di sejumlah sentra garam masih melakukan produksi karena kondisi cuaca masih mendukung.
Menurutnya, produksi diperkirakan tetap berlangsung hingga September bahkan berlanjut sampai pekan kedua Oktober 2026, sebelum memasuki musim penghujan.
| Baca juga: Kemasan Jadi Kunci Dongkrak Nilai Jual UMKM |
“Pada September bahkan hingga mungkin pekan kedua Oktober 2026, petani garam masih terus memproduksi garam,” ujar Abdullah, Jum'at 2 Oktober 2026.
Ia menyebutkan, angka 25.285 ton tersebut belum merupakan data keseluruhan. Masih terdapat sejumlah wilayah yang proses rekapitulasi produksinya belum diselesaikan oleh penyuluh.
“Data tersebut masih belum keseluruhan, karena ada beberapa wilayah yang masih belum selesai direkap oleh penyuluh dan belum dikoordinasikan lagi dengan kami,” katanya.
Dengan tambahan produksi pada September dan Oktober, capaian produksi garam Sumenep berpeluang melampaui hasil tahun sebelumnya yang berada di kisaran 36 ribu ton.
Produksi garam tahun ini tersebar di sejumlah wilayah, antara lain Kecamatan Gapura, Kalianget, Saronggi, Pragaan, Dungkek, Giligenting, Talango, Raas, Arjasa, Kangayan, dan Sapeken.
Sementara harga garam di tingkat petani saat ini berada pada kisaran Rp1.100 hingga Rp1.250 per kilogram.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....