Menggali Hakikat Salat: Hubungan Hambaku dan Sang Pencipta
- 02 Okt 2026 05:04 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Memahami ibadah salat membutuhkan pendekatan komprehensif, baik secara makna bahasa maupun batasan syariat. Penyuluh Agama Islam Kantor Kemenag Kabupaten Sumenep, Ustadzah Aviya Shaviyana Shulha, memaparkan bahwa secara bahasa as-salat berakar dari kata yang berarti doa serta bentuk koneksi langsung antara makhluk dan Sang Pencipta.
Secara syariat, salat didefinisikan sebagai serangkaian ucapan dan gerakan khusus yang diawali dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam. Salat merupakan ibadah yang sangat istimewa karena diperintahkan secara langsung oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa agung Isra Mikraj tanpa perantara.
“Eksistensi salat yang sempurna juga terbukti mampu mencegah perbuatan keji dan mungkar. Melalui pembenahan niat dan keikhlasan hati, salat yang dijalankan akan mentransformasi seorang hamba menjadi pribadi yang lebih baik dalam kehidupan bermasyarakat,” ucapnya, Kamis, 1 Oktober 2026.
Dalam praktiknya, setiap elemen salat mengandung ungkapan doa untuk kebaikan hamba. Bahkan saat membaca Surah Al-Fatihah, terjadi dialog langsung di mana Allah SWT menjawab setiap bait yang dilafalkan hamba-Nya dan berjanji akan mengabulkan apa yang diminta oleh orang yang hadir hatinya.
Ibadah yang berdurasi beberapa menit ini menjadi momen penting untuk kembali menyambung hubungan dengan Sang Pencipta di tengah kesibukan 24 jam. Tanpa adanya hijab, salat menjadi sarana memasrahkan seluruh urusan duniawi kepada Dzat Yang Maha Kuasa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....