Pengawas Madrasah Sumenep Sepakati Amanah Kurikulum Berbasis Cinta via MAGIS
- 29 Sep 2026 10:27 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Guna mengukuhkan komitmen penerapan Zona Integritas (ZI) yang transparan, berdampak, dan profesional, jajaran pengawas madrasah dari berbagai tingkatan di Kabupaten Sumenep secara resmi menandatangani Kartu Amanah Pendampingan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC).
Prosesi penandatanganan ini terintegrasi melalui sistem Madrasah Digital Supervision (MAGIS) dan dilangsungkan di Aula Al-Ikhlas, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep, Senin 28 September 2026.
Kegiatan tersebut disaksikan langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Sumenep, Abdul Wasid, yang turut didampingi oleh Kepala Subbagian Tata Usaha (Kasubbag TU), Muh. Rifa’i Hasyim, serta Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Madrasah, Edy Hariyanto. Inisiatif ini diklaim sebagai bentuk nyata implementasi digitalisasi pengawasan yang memfasilitasi peran pengawas, kepala madrasah, hingga tenaga pendidik.
Kasi Pendidikan Madrasah, Edy Hariyanto, mengemukakan harapannya agar aplikasi MAGIS dapat menjadi sarana krusial dalam memperkuat tata kelola pengawasan yang efektif, akuntabel, dan berkesinambungan. Ia menekankan bahwa pengawas dituntut untuk menjalankan tugas pendampingan secara profesional, humanis, dan selalu berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan.
"Kami juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas partisipasi aktif para pengawas. Ini merupakan bagian dari ikhtiar kolektif kita dalam menanamkan budaya kerja yang sarat akan integritas," kata Edy Hariyanto.
Sementara itu, Kepala Kemenag Sumenep, Abdul Wasid, memberikan pujian atas keseriusan para pengawas dalam mengikrarkan komitmen mereka melalui Kartu Amanah KBC. Menurut Abdul Wasid, kehadiran platform MAGIS sangat selaras dengan napas Zona Integritas. Transformasi digital ini, terangnya, tidak hanya sekadar mengubah mekanisme kerja, melainkan sebagai terobosan esensial untuk melahirkan sistem pengawasan yang terukur, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan.
"Nilai-nilai Zona Integritas wajib terwujud di seluruh lini pelayanan dan penugasan, tak terkecuali dalam hal pendampingan madrasah. Lewat MAGIS, kita bertekad menciptakan iklim kerja yang bersih, profesional, serta membawa manfaat konkret," ujar Abdul Wasid.
Lebih lanjut, ia mendorong agar para pengawas mampu mengambil peran sebagai motor penggerak perubahan di lapangan. Hal tersebut bertujuan agar penerapan Kurikulum Berbasis Cinta tidak hanya sekadar memenuhi tuntutan administratif, namun esensinya benar-benar dirasakan oleh para guru dan peserta didik.
Abdul Wasid memungkas arahannya dengan harapan agar kolaborasi antara pengawas, pimpinan madrasah, dan tenaga pengajar dapat semakin solid demi mewujudkan lembaga pendidikan Islam yang berkualitas, berintegritas, serta berdaya guna bagi masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....